SUMENEP, koranmadura.com – Kirab dan pengembalian pusaka keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung penuh dengan nuansa budaya dan sakral, Kamis, 27 Juli 2023. Acara ini sebagai salah satu upaya terus melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur, salah satunya pusaka keraton Sumenep.
Pusaka keraton Sumenep yang dikirab ini telah melalui proses penjamasan oleh para empu asal Desa Aeng Tong Tong, Kecamatan Saronggi, satu hari sebelumnya, Rabu, 26 Juli 2023.
Pada acara kirab dan pengembalian pusaka keraton Sumenep kali ini, puluhan warga Desa Aeng Tong Tong turut berpartisipasi. Para pria dan wanita dari desa tersebut membawa berbagai hasil alam di desa mereka, seperti buah kelapa, pisang, tomat, kacang-kacangan, dan lainnya.
Nuansa budaya pada acara kirab dan pengembalian pusaka keraton Sumenep kali ini semakin terasa karena diiringi musik saronen, salah satu musik tradisional yang khas di kabupaten paling timur Pulau Madura.
Acara ini merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur, serta membangun kesadaran kolektik seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan terus mengembangkan warisan nenek moyang.
“Acara yang kita laksanakan setiap tahun ini merupakan bagian dari upaya kita dalam melestarikan warisan budaya leluhur,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Rasiyadi.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga menekankan pentingnya mengenalkan sejarah dan peninggalan leluhur kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif.
“Komitmen Pemkab Sumenep terhadap pelestarian warisan dan budaya leluhur telah ditunjukkan dengan penetapan Sumenep sebagai Kota Keris beberapa tahun lalu,” tambah dia.
Sekadar diketahui, dalam prosesi tersebut, pusaka keraton Sumenep diserahkan oleh dewan empu dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edi Rasiyadi, mewakili bupati. (FATHOL ALIF/ROS)