SUMENEP, koranmadura.com – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap tiga korban tenggelamnya Kapal KLM Putri Kuning di perairan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, masih berlangsung.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Satpolairud Polres Sumenep, Ditpolairud Polda Jatim, TNI AL, Basarnas, BPBD dan Tagana.
Menurut Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, operasi SAR juga dibantu oleh komunitas masyarakat pesisir. “Semua pihak berharap agar upaya pencarian ini segera membuahkan hasil yang positif,” ujarnya.
Di antara korban yang belum ditemukan, terdapat seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Irianti, asal Desa Jatisari, Kecamatan Kendit, Situbondo.
Sementara itu, dua korban lainnya (berjenis kelamin laki-laki dan perempuan) yang juga belum ditemukan hingga sekarang, identitasnya belum diketahui.
Kapal KLM Putri Kuning dikabarkan tenggelam diduga akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan pada Rabu, 19 Juli 2023, sekitar pukul 02.00 WIB.
Insiden tragis itu terjadi saat kapal dalam perjalanan dari pelabuhan Panarukan, Situbondo, menuju pelabuhan Tanggek Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Muatan kapal pada saat itu terdiri dari semen, kayu, asbes, air mineral, serta 9 penumpang, 1 nakhoda, dan 2 ABK. (FATHOL ALIF/ROS)