JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar pesta demokrasi 2024 jangan sampai menciptakan keterbelahan di tengah masyarakat. Pasalnya, Pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk menentukan masa depan bangsa dan menjadi alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Tidak ada artinya kekuasaan bila rakyat terbelah, menjadi kepingan kepingan sosial dengan penuh sakwa sangka,” kata Puan Maharani dalam pidato menutup Masa Persidangan V DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 13 Juli 2023.
Puan Maharani meneruskan, “Fondasi utama kita membangun negeri adalah persatuan rakyat. Tanpa persatuan rakyat, sulit kiranya Bangsa Indonesia bisa mencapai kemajuan.”
Lebih lanjut Puan Maharani menjelaskan, “Bangsa Indonesia hendaknya setia kepada sifat asalnya, yaitu bangsa yang berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh Pancasila. Marilah kita jalankan pelaksanaan demokrasi, pelaksanaan tahapan Pemilu 2024, dengan menciptakan situasi yang riang gembira, dan tetap dalam persatuan Indonesia.”
Saat ini tahapan Pemilu 2024 sudah sangat jauh. Partai-partai politik sedang melakukan lobi untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) yang akan bertarung pada Pilpres 2024.
Sementara untuk Pemilu Legislatif, semua partai politik sudah mengajukan daftar calon anggota legislatif dari tingkat pusat sampai daerah. Kini nama-nama calon anggota legislatif itu sedang diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Setelah penutupan masa sidang hari ini, DPR akan memasuki masa reses mulai tanggal 14 Juli-15 Agustus 2023. Anggota dewan pun diingatkan untuk menyapa, mendengarkan dan menyerap aspirasi rakyat.
“Jelaskan tugas-tugas konstitusional yang telah dilaksanakan DPR RI, serta mempersatukan rakyat dalam semangat gotong royong untuk membangun kemajuan Indonesia,” pesan Puan. (Sander)