JAKARTA, Koranmadura.com – Kementerian Perdagangan mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2023 mencapai US$19,57 miliar atau naik 14,10% dibanding Juni 2023 (MoM). Peningkatan nilai impor disebabkan oleh adanya kenaikan impor nonmigas sebesar 10,10% dan impor migas 40,94% (MoM).
Peningkatan impor pada Juli 2023 terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang. Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor golongan barang konsumsi yang naik sebesar 31,89% secara bulanan (MoM), diikuti bahan baku/penolong yang meningkat sebesar 12,57% dan barang modal naik sebesar 11,18% (MoM).
Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, beberapa barang konsumsi impor yang meningkat di bulan Juli 2023, antara lain daging sapi beku tanpa tulang, bawang putih, beras, bahan bakar diesel otomotif, dan obat untuk pengobatan kanker atau penyakit keras lainnya.
“Kenaikan impor barang konsumsi ini sejalan dengan optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang tetap kuat. Sementara itu, peningkatan impor bahan baku/penolong didorong kenaikan impor bahan bakar mineral, bagian dari sirkuit terpadu elektronik, gandum, dan selain bagian dari turbo-jet atau turbo baling-baling. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang tercatat sebesar 53,3 pada Juli 2023 atau tumbuh 1,52% dari bulan sebelumnya,” jelas Zulkifli Hasan, seperti dilansir kemendag.go.id.
Sementara beberapa produk impor nonmigas yang mengalami peningkatan impor terbesar pada Juli 2023 yaitu kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) naik 338,15%, pupuk (HS 31) naik 45,21%, instrumen optik, fotografi, sinematografi (HS 90) naik 23,36%, bijih, terak, dan abu logam (HS 26) naik 20,67%, serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33) naik 20,00% MoM.
Sementara itu, ampas dan sisa industri makanan (HS 23) menunjukkan penurunan impor terdalam pada Juli 2023 yaitu sebesar 27,91%, diikuti oleh barang dari besi dan baja (HS 73) turun 18,61%, besi dan baja (HS 72) turun 9,56%, kain rajutan (HS 60) turun 9,56%, serta logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) turun 3,14% MoM.
Selama periode Januari–Juli 2023, total impor Indonesia mencapai US$128,30 miliar atau turun 6,71% dibandingkan periode Januari–Juli 2022 sebesar US$137,53 miliar (YoY). Penurunan impor periode Januari–Juli 2023 dipicu oleh melemahnya permintaan impor nonmigas sebesar 4,47% dan impor migas sebesar 17,34% (YoY). (Kunjana)