SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat. Menjalang musim panen tembakau dia mengimbau pabrikan atau gudang tembakau menggunakan tikar anyaman produk masyarakat lokal sebagai bungkus.
Tikar anyaman produk masyarakat lokal yang dimaksud orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini ialah tikar anyaman daun lontar atau daun siwalan yang banyak ditemui di kabupaten oaling timur Pulau Madura ini.
“Saya imbau para pabrik dan gudang tembakau untuk memanfaatkan tikar daun lontar dari produk lokal kami,” kata Bupati yang belakangan akrab disapa Cak Fauzi ini.
Hal ini disampaikan sebagai salah satu upaya mendorong penguatan UMKM di Kabupaten Sumenep, agar produk-produk lokal semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat.
Penggunaan tikar anyaman daun lontar oleh industri tembakau ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semakin meningkatnya pengrajin tikar daun lontar, perekonomian di daerah ini diyakini akan terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut dia, produk lokal tersebut memiliki standar kualitas yang sangat baik dan tidak kalah dengan bungkus tembakau dari wilayah lain. “Produknya bagus dan kualitasnya juga bagus, cintai produk lokal, kita bareng-bareng angkat UMKM Sumenep,” ujar dia.
Sekadar diketahui, menjelang musim panen tembakau, harga tikar anyaman daun lontar di Kabupaten Sumenep mencapai kisaran Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu. Harga ini meningkat dari hari-hari biasa. (FATHOL ALIF/DIK)