KOTA BATU, koranmadura.com – Berada di lingkaran cincin api (Ring of Fire), di tiga lempeng bumi yaitu lempeng pasifik, Indo-Eurasia dan Indo-Australia hingga banyaknya keberadaan gunung berapi, daerah di Indonesia berpotensi akan mengalami kerawanan kebencanaan yang beragam, tidak terkecuali di daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur.
Untuk hal itu, Deputi Pencegahan BNPB RI, Prasinta Dewi meminta para semua pihak untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam berbagai situasi, di mana untuk saat ini di Indonesia sedang berada di potensi kebencanaan akibat Hidrometeorologi basah dan kering. Saat fenomena Hidrometerologi basah maka harus mewaspadai cuca ekstrem seperti bencana banjir. Sedangkan saat fenomena Hidrometeorogi kering maka harus diwaspadai adanya bencana kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Jadi, bukan hanya kesiapan dari peralatan, tapi juga harus siap dari sisi SDM-nya,” ujar Deputi Pencegahan BNPB RI, Prasinta Dewi saat menghadiri acara Jambore Kemanusian II Forum PRB Jatim dan apel siaga Karhutla di Wanawisata Coban Putri, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu, 19 Agustus 2023 kemarin.
Lanjut Prasinta Dewi menyatakan, Forum PRB di Jawa Timur disebutkan telah berjalan, sehingga pihaknya meminta agar kapasitas SDM-nya untuk terus ditingkatkan supaya nantinya menjadi tenaga yang profesional. Pihaknya juga menitikberatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam isu kebencanaan.
“Kepada Forum PRB dan para relawan, selalu semangat dan kita harus berpedoman humanitarian ini untuk kemanusiaan. Dan yang terpenting, kita lebih meningkatkan kepada pencegahan dan kesiapsiagaan seperti mitigasi yang dilaksanakan melalui edukasi, penyebaran informasi serta menyiapkan SDM dan peralatan, sehingga apabila terjadi bencana, semua sudah siap,” pungkasnya.
Sementara Sekjen Forum PRB Jatim Sudarmanto menyampaikan, diadakannya acara Jambore Kemanusiaan II Forum PRB se-Jatim tersebut tidak hanya menampung dan mengakomodir semua keinginan dan keresahan yang dialami para relawan di lapangan di masing-masing daerah, melainkan juga sebagai bentuk upaya melakukan peningkatan kapasitas SDM yakni dengan berdiskusi secara terbuka dan partisipatif.
“Sehingga permasalahan dan tantangan yang dihadapi itu bisa tersampaikan dan bisa dicarikan solusi bersama-sama,” ujarnya.
Selain itu, Mbah Darmo sapaan akrab Sekjen Forum PRB Jatim ini mengungkapkan, tidak hanya dalam hal peningkatan kapasitas, pihak BNPB juga menekankan terhadap pihaknya agar semua kegiatan yang dilakukannya harus ada implementasi aksi nyata dan kontribusi kepada masyarakat.
“Apalagi saat ini juga memasuki musim kemarau panjang yang berpotensi elnino terjadinya kekeringan. Kondisi ini terjadi karena ada perubahan iklim dan kondisi ini pula yang sedang kita hadapi untuk kita kurangi risikonya,” terangnya.
Terpisah, Ketua Forum PRB Kabupaten Sampang, Moh Hasan Jailani menyatakan, tidak memungkiri urusan isu kebencanaan bukan hanya urusan pemerintah saja, melainkan semua pihak harus ikut terlibat yakni harus dilakukan kolaborasi dan sinergi dalam mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama melakukan sosialisasi mitigasi bencana.
“Kami lihat di level nasional memang taktis dan cepat. Tapi bagaimana cara menumbuhkan semangat kebersamaan di level bawah baik Kabupaten, Kecamatan hingga desa, perlu juga didorong dari level yang di atas. Sehingga inisiatif beberapa stakeholder memang harus didorong dan direspons cepat dari level di atasnya,” katanya kepada koranmadura.com.
Pihaknya menilai, sejauh ini di sisi penganggaran, peralatan, dan SDM yang mumpuni masih berada di tataran pemerintah. Sehingga perlu sinergi dan berbagi dengan relawan di bawah dalam menginisiasi upaya peningkatan SDM dan mitigasi kebencanaan.
“Inisiasi juga perlu dilakukan oleh pemerintah, artinya serempak dilakukan bersama-sama oleh OPD terkait dan juga oleh ormas-ormas dalam meningkatkan kapasitas dalam menghadapi isu kebencanaan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Acara Jambore Kemanusian Forum PRB Jatim yang kedua tersebut digelar pada 18-20 Agustus 2023 kemarin di diikuti oleh ratusan relawan serta Forum PRB Kota/Kabupaten se-Jawa Timur, serta dihadiri langsung oleh Pj. Wali Kota Batu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Deputi Bidang Pencegahan dan Direktur Kesiapsiagaan BNPB RI, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sekda beserta Forkopimda Batu, serta Kalaksa BPBD se-Jawa Timur. (MUHLIS/DIK)