BANGKALAN, koranmadura.com – Jabatan kepala sekolah di bawah nauangan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Madura, Jawa Timur kurang diminati. Akibatnya, ratusan sekolah masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Berdasarkan data yang dihimpun koranmadura.com, tecatat 676 sekokah di bawah naungan Disdik. Namun jabatan kepala sekolah belum definitif sebanyak 261 sekolah, dengan rincian TK 2 sekolah, SD 244 sekolah dan SMP 15 sekolah.
Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik) Disdik Bangkalan, Toha mengatakan, selain belum memenuhi syarat, banyak guru yang kurang minat menjadi kepala sekolah. Padahal, persyaratan menjadi kepala sekolah diberi keringanan.
“Syarat seperti sertifikat guru penggerak dan uji calon kepala sekolah tidak diwajibkan, jika masuk wilayah extra ordinary [kebutuhan sangat], dua syarat itu tidak diwajibkan,” kata dia, Jumat, 11 Agustus 2023.
Dia menjelaskan, berdasar data terakhir 222 guru yang sudah menyetorkan berkas mendaftar calon kepala sekolah. Artinya, kurang 39 jabatan kepala sekolah masih kosong. Pihaknya, terus menawarkan ke guru untuk posisi kepala sekolah.
“Kita sudah menawarkan ke guru-guru, tapi banyak tidak bersedia. Alasannya, banyak guru belum sanggup,” kata dia.
Sementara Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Nur Hasan merasa malu karena ratusan sekolah masih diisi Plt. Pihaknya mendorong pihak Disdik agar mengisi jabatan kepala sekolah definitif.
“Saya tekankan ke Disdik tidak boleh ada biaya apapun untuk menjabat kepala sekolah. Segala urusannya harus gratis,” katanya. (MAHMUD/ROS)