SAMPANG, koranmadura.com – Menjadi kebutuhan di saat menghadapi bencana, sebanyak ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Assirojiyyah, Kajuk, Kecamatan Sampang, kembali mengikuti pelatihan Santri Tangguh Bencana (Sanggub).
“Santri yang mengikuti pelatihan kebencanaan saat ini ada sebanyak 130 santri. Dan kegiatan Sanggub ini sudah menjadi agenda rutin tahunan kami. Sekarang ini sudah angkatan ke-4. Jadi totalnya santri yang mempelajari ilmu tetang kebencanaan sudah mencapai 500 santri. Santri-santri yang tergabung dalam sanggub ini akan menerima ilmu tentang kebencanaan selama tiga hari lamanya. Jumat kemarin terakhir,” ujar Ketua Sanggub Ponpes Assirojiyyah Kajuk, Sampang, Muhammad Amin Zubir kepada koranmadura.com, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Ketua Sangub Ponpes Assirojiyyah ini menyampaikan, materi-materi kebencanaan yang didapatkan Sanggub angkatan ke-4 ini diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sampang serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat, LPBI NU, komunitas Eco Enzym. Sedangkan materi-materi pembelajaran yang diterima Sanggub di antaranya yaitu mengenal tentang kebencanaan dan kerawanan, penanganan, managerial maupun managemen kebencanaan serta kerelawanan, dan tetang menjaga alam. Kemudian yang menjadi kekhususan materi dalam Sanggub yaitu pelatihan Takfin Janazah. Kegiatan Sanggub ini juga dihadiri Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sampang.
“Kenapa kami adakan sanggub, yaitu karena kita semua tidak tahu kapan dan dimana bencana itu terjadi. Akan tetapi dengan pelatihan Sanggub, para santri itu bisa waspada, bisa mengantisipasi serta meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan di saat ada bencana. Sanggub ini bukan hanya bermanfaat pada santri diri sendiri, melainkan pula diharapkan bisa membantu di area sekitarnya. Jadi para santri yang sudah mengikuti sanggub ini, manakala ada warga sekitar pondok Assirojiyyah yang membutuhkan, kami siap dan hadir untuk membantu mereka,” ungkapnya.
Lanjut Amin berharap, pembentukan Sanggub ini bukan hanya dilakukan di Ponpes Assirojiyyah saja, melainkan menjamur ke semua Ponpes yang ada di Kabupaten Sampang. Sebab, keberadaan Sanggub sangat bermanfaat kepada paea santri dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.
“Kami berharap program sanggub menjamur ke semua pondok se-Kabupaten Sampang karena ilmu pengetahuan dan pengalaman tentang kebencanaan sangat dibutuhkan di saat ada bencana. Dan santri bisa waspada tidak khawatir ketika sebelum dan di saat ada bencana tiba,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS)