BANGKALAN, koranmadura.com – Kasus stunting di Bangkalan sempat berada di peringkat tertinggi, yakni 38 dari total kabupaten/kota di Jawa Timur. Kini, kabupaten paling barat di Pulau Madura ini sudah berada di angka ke-34.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Bangkalan pernah berada diangka 38,9 untuk kasus stunting. Pada 2021 turun menjadi 28,9 dan 2022 turun lagi menjadi 26,2 persen, yaitu berada di peringkat ke-34 di Jawa Timur.
Plt Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan, menurunnya angka stunting merupakan kerja keras setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai Dinas Kesehatan hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang ikut terlibat di dalamnya.
“Seperti Dinas Kesehatan bagaimana bisa ikut terlibat dalam pemeriksaan di setiap bidan-bidan. Kalau Dinas Pemberdayaan Desa bisa anggarkan melalui Dana Desa,” kata dia, Senin 14 Agustus 2023.
Dia menambahkan, untuk menurunkan kasus stunting hingga nol persen sulit dilakukan. Namun paling tidak, kata mantan Kepala Dinas Pendidikan, bisa mendekati target prevalensi stunting nasional tahun 2024, yakni 14 persen.
“Tidak mungkin turun hingga zero. Tetapi mampu turun dengan angka yang lumayan signifikan ini, sudah sangat luar biasa. Semoga terus turun hingga mampu mencapai target nasional,” tutur dia.
Pihaknya mengimbau kepada 8 OPD yang masuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), agar terus bekerja dengan baik untuk menekan angka stunting. “Kami minta bekerja sesuai tugas masing-masing,” katanya. (MAHMUD/DIK)