SAMPANG, koranmadura.com – Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk melakukan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) APBD 2023, diketahui terjadi penurunan atau defisit anggaran.
Berdasarkan KUPA 2023, sektor pendapatan direncanakan naik sekitar Rp30 miliar yakni dari APBD senilai Rp1,878 triliun bertambah menjadi Rp1,908 triliun.
Sedangkan untuk anggaran belanja juga bertambah sekitar Rp46 miliar, yaitu dari anggaran belanja senilai Rp1,965 triliun meningkat menjadi Rp2,011 triliun. Sehingga apabila tidak ada perubahan, maka APBD 2023 akan terjadi defisit anggaran senilai Rp16 miliar.
Hingga saat ini, Rancangan KUPA 2023 mulai dibahas antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sampang.
“Iya benar defisit anggaran dalam KUPA, tapi sudah bisa ditutupi. Dan hal ini bukan hanya terjadi di Sampang, di daerah lain juga mengalami hal yang sama,” ujar Kepala Bappelitbangda Sampang Umi Hanik Laila, Selasa, 29 Agustus 2023.
Umi Hanik memaparkan, untuk menutupi defisit anggaran tersebut pihaknya menyiasati dengan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD untuk mengejar target yang sudah ditentukan. Jika melihat realisasi PAD pada triwulan pertama, TAPD meyakini bisa mencapai target hingga akhir tahun.
“Selain itu juga dilakukan pengurangan belanja di OPD. Sampai sekarang KUPA 2023 terus berlanjut karena pembahasan belum final. Dan jika terdapat perubahan kebijakan terkait belanja di OPD masih bisa dilakukan perubahan,” jelasnya.
Selain itu, Umi Hanik menyatakan untuk anggaran belanja kini bertambah karena pemanfaatan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2022 lalu.
”Anggaran belanja bertambah karena ada pemanfaatan Silpa. Silpa ini kita masukkan dalam APBD sehingga harus diadakan perubahan,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)