JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri meminta para peneliti lembaga itu tidak berperilaku korup. Sebab, dengan bertindak korup, mereka akan dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu diungkapkannya saat melakukan dialog dengan para periset dalam acara bertajuk “BRIN Mendengar” yang diadakan di Gedung Nayaka Loka, di lingkungan Kebun Raya Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali, Senin 7 Agustus 2023.
Pada kesempatan itu, Megawati meminta agar dana penelitian yang digelontorkan negara ke BRIN tidak disunat sepeser pun.
“Hati-hati dengan tiga huruf loh. Karena kalau research nanti uangnya gede. Dari sini hati-hati jangan dimainkan,” kata Megawati.
Presiden kelima RI ini pun menanyakan arti tiga huruf yang dimaksud kepada para peneliti BRIN yang hadir. “Kamu tahu tiga huruf itu apa coba?,” tanya Megawati yang kemudian dijawab dengan kata KPK.
Dia meneruskan, “Sebaiknya ingat. Saya pernah presiden, saya pernah wapres, saya tahu cara kerjanya dan KPK itu saya yang bikin.”
Megawati meminta para peneliti BRIN bekerja keras untuk kemajuan bangsa ini memanfaatkan seluruh dana penelitian yang ada di BRIN. Apalagi, masih banyak masyarakat miskin, yang jika dengan hasil penelitian BRIN bisa membantu rakyat.
“Saya ingin seluruh rakyat Indonesia ini berkemajuan terus sejahtera yang seperti diinginkan oleh bapak saya (Soekarno). Kita ini negara gemah ripah loh jinawi,“ urainya.
Megawati pun kembali menyinggung masalah stunting yang ada, padahal Indonesia tengah menyongsong tahun emas di 2045.
“Ayo, kalian ilmuan-ilmuan, mosok sih enggak mikiri kehidupan rakyat? Jadi kalian sebagai researcher, sekolah jauh-jauh untuk apa?” tanya dia.
“Ini kan kekurangan zat nutrisi, sayur buat tulang, pertumbuhan tulang. Otaknya itu tidak berkembang, jadi IQ-nya di bawah rata-rata. Saya bilang kalau enggak dibasmi sampai 0 persen. Itu apa bukannya tanggungan negara? Iya, yes. Nah terus kalian researcher enggak malu ada rakyat Indonesia yang tidak bisa disembuhkan karena kekurangan pangan, karena kekurangan nutrisi?” pungkas Megawati.
Adapun acara tersebut dihadiri oleh 127 periset BRIN. Hadir pula Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Laksdya) Amarulla Octavian.
Selain mereka juga hadir jajaran Dewan Pengarah seperti Wakil Ketua Sri Mulyani, Soeharso Monoarfa dan anggota Bambang Kesowo dan Emil Salim. (Sander)