BANGKALAN, koranmadura.com – Polemik jual beli seragam sekolah di Bangkalan, Madura, Jawa Timur belum selesai. Ada penetapan harga seragam oleh pihak koperasi sekolah yang cukup mahal. Sehingga dikeluhkan orang tua.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bangkalan, Agus Sugianto Zein mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan pihak sekolah untuk menghentikan semantara waktu praktik jual beli atribut sekolah.
“Saya minta ke pihak koperasi sekolah untuk reformulasi ulang terkait jual beli seragam, agar tidak menjadi masalah ke sekolah,” kata dia, Kamis 3 Agustus 2023.
Dia menjelaskan, sistem jual beli atribut sekolah bukan top down lagi, melainkan bottom up. Jadi jual beli seragam bukan lagi usulan sekolah, tapi atas kemauan orang tua siswa sendiri minta difaslitasi atribut-atribut sekolah.
“Jadi kalau atas usulan dari bawah, yaitu orang tua maka dalam penentuan harga harua dimusyawarahkan bersama, sehingga tidak memberatkan orang tua siswa,” kata dia.
Namun demikian, pria yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan mengimbau kepada pihak sekolah, agar tidak mewajibkan orang tua siswa untuk membeli atribut sekokah ke koperasi.
“Beri kebebasan kepada orang tua siswa untuk membeli atribut sekolah dimana saja, yang penting seragam yang digunakan mirip,” kata dia. (MAHMUD/ROS)