BANGKALAN, koranmadura.com – Kelangkaan pupuk subsidi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur masih jadi masalah yang tak kunjung usai. Akibatnya, banyak para petani mengeluh karena tidak bisa mendapatkan pupuk pada saat bertani.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan, CHK Karyadinata menuturkan, kelangkaan pupuk karena kurangnya kesadaran petani.
“Kami sudah ingatkan ke petani agar menebus pupuk sesuai jadwal. Namun kadang, jika belum masa menanam tidak menebus, sehingga ketika waktu tanam padi secara bersamaan menebus pupuk,” kata dia, Sabtu, 12 Agustus 2023.
Dia menjelaskan, untuk mengurangi masalah yang terus menerus tersebut, pihaknya sudah menyusun tiga strategi penuntasan kelangkaan pupuk. Yaitu, ketersedian kelompok tani, kepemilikan lahan, verifikasi kepemilikan lahan.
“Tiga cara tersebut sesui dengan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2023 tentang pedoman pembinaan dan kelembagaan petani,” kata dia.
CHK sapaan akrab dia menjelaskan, setiap desa di Kota Dzikir dan Shalawat harus memiliki kelompok tani, minimal satu kelembagaan petani. Tujuannya, untuk mempermudah menjembatani antara pemerintah dan para petani.
“Jika kelompok taninya sudah ada tinggal diajukan ke kami, nanti akan dikeluarkan surat keterangan terdaftar. Nanti penyaluran pupuk melalui kelompok tani,” katanya. (MAHMUD/ROS)