SAMPANG, koranmadura.com – Problematika sampah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini terus menjadi perhatian.
Pasalnya, lembaga atau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sampang, kini mulai menginisiai penanggulangan bencana sampah sejak dini di kalangan pelajar dengan gerakan sekolah sampah.
Ketua Baznas Kabupaten Sampang KH. Abd. Rouf Al-Hitami menyatakan, inisiasi gerakan sekolah sampah yang akan dilakukannya dikarenakan banyakanya timbulan sampah di Sampang. Padahal menurutnya, keberadaan sampah sendiri terdapat nilai ekonomisnya manakala dikelola dengan baik.
“Maka sari itu perlu dilalukan pengelolaan sampah secara profesional. Dan kami kolaborasikan dengan semua elemen seperti BUMN, beberapa pihak OPD, lembaga sekolah dan pegiat lingkungan seperti Forum PRB. Semua kami libatkan karena urusan sampah merupakan tanggung jawab kita semua. Bagaimana samah itu benar-benar bisa bermanfaat,” ujarnya, Rabu, 23 Agustus 2023.
Untuk saat ini, KH. Abd. Rouf Al-Hitami menekankan pada penanaman karakter sejak dini untuk hidup bersih dan tidak buang sampah sembarangan. Sedangkan gerakan sekolah sampah ini untuk pengelolaan sampahnya dilakukan sekolah sendiri dengan melibatkan Osis yang nantinya akan dibentuk Unit Pengepul Zakat (UPZ). Sehingga kemudian hasil pengelolaan dilakukan bersama Baznas yang pada akhirnya dikembalikan lagi ke pihak sekolah.
“Sementara kami akan rencanakan sekolah sedekah sampah ini dilakukan percontohan di tiga sekolah, satu sekolah di tingkat SLTP dan dua sekolah tingkat SLTA. Kemudian nanti akan merembet ke Ponpes-ponpes di Sampang,” jelasnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Aulia Arif menyampaikan, rencana gerakan sekolah sampah merupakan bagian kecil untuk melakukan pengurangan Sampah si Kabupaten Sampang, dengan sasaran di dunia pendidikan dengan pelibatan aktif para siswa agar membiasakan memilah sampah sejak dini.
“Nanti itu dikumpulin di sekolah masing-masing dan setelah itu dijadikan rupiah dengan menjualnya. Dari hasil penjualan itu, akan diarahkan kekegiatan di sekolah tersebut. Dan yang jelas, gerakan sekolah sampah ini manfaatnya akan kembali ke sekolah itu sendiri” katanya.
Aulia Arif menyatakan, dalam rencana gerakan sekolah sampah ini, pihaknya termasuk dalam bagian tim dibagian perbaikan managerial agar supaya pengelolaan sampahnya terkelola dengan baik dan benar.
“Jangan sampai sampah kemudian dikumpulin di satu tempat, malah nantinya menimbulkan masalah baru. nah ini yang perlu dihindari dan kami tidak mengharapkan seperti itu,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS)