JAKARTA, Koranmadura.com – Sinergi pemerintah pusat, terutama dengan Badan Pangan Nasional dan pemerintah daerah merupakan kunci ketahanan pangan, serta stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok).
Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat menjadi pembicara kunci pada sosialisasi yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo).
Sosialisasi bertema “Sinergi dan Inovasi dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan ini diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Jakarta, Jumat (11/8/2023).Turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Walikota Samarinda Andi Harun, dan Bupati Wakatobi Haliana.
“Pemerintah terus dan berupaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok di seluruh wilayah di Indonesia. Sinergi dengan Badan Pangan Nasional diharapkan dapat mempercepat langkah yang diambilketika terjadi gejolak harga,” ujar Jerry, seperti dilansir kemendag.go.id.

Wamendag Jerry juga mengungkapkan, upaya pengendalian harga bapok juga perlu dukungan dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan harga dan pasokan di wilayahnya secara intensif. Hal itu juga merupakan upaya mitigasi atau sebagai peringatan awal dalam mengantisipasi terjadinya gejolak harga. Selain itu, diperlukan pula koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
“Stabilitas harga tidak hanya berdampak kepada inflasi, namun berdampak juga terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Dengan terjaganya stabilitas harga, maka UMKM akan memperoleh kepastian harga, baik harga pembelian bahan baku maupun harga penjualan di tingkat konsumen,”ucap Wamendag.
Ia menambahkan, UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional. UMKM berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman resesi global 2023. Sehingga,perlu adanya dorongan terhadap UMKM agar dapat terus berkembang dan menguasai pasar domestik maupun pasar internasional.
“Kementerian Perdagangan turut mendukung UMKM dari sisi peningkatan daya saing dengan menggalakkan beberapa tema perdagangan, seperti Meningkatkan Kualitas Produk Buatan Dalam Negeri, Branding Produk Indonesia, Promosi Makanan dan Minuman Sehat Nusantara, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Bangga Buatan Indonesia), dan Penciptaan UMKM Naik Kelas/UMKM Go Ekspor,” kata Wamendag.
Ia menambahkan, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan ekspor, Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan perdagangan di luar negeri. Sedangkan,di dalam negeri Kemendag menyelenggarakan marketing point di dua daerah perbatasan, yaitu Entikong dan Mota’ain, serta pusat olahraga di Surabaya dan Makassar.
“Kami berharap kegiatan hari ini mampu memberikan kontribusibagi upaya pengendalian inflasi yang telah kita lakukan bersama. Mari, kita perkuat komunikasi dan koordinasi yang baik,” tutup Wamendag Jerry. (Kunjana)