PAMEKASAN, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta masyarakat waspada terhadap terjadi dampak El Nino di musim kemarau.
Diketahui Berdasarkan BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Kepala BPBD Pamekasan, Rusdiyadi melalui Sekretarisnya, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan berdasarkan data BMKG, Pamekasan masuk zona merah yang rentan yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Jadi, kalau bertanya BMKG itu semua wilayah Pamekasan itu mudah terbakar,” kata Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu, 16 Agustus 2023.
Selain itu, menurutnya terjadinya El Nino tersebut berpotensi akan mengalami dampak terhadap kualitas tanaman dan buah-buahan, artinya produksi dari hasil tanaman itu bisa lebih mengecil ukurannya karena kekurangan air.
“Kemudian untuk mencegah terjadinya kebakaran, pertama, saya imbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kedua, tentu agar tidak membakar sampah-sampah plastik ataupun sampah-sampah organik, karena dengan membakar itu tentu akan sangat rentan mengakibatkan terjadinya kebakaran dengan skala yang lebih besar,” ucapnya. (SUDUR/DIK)