SUMENEP, koranmadura.com – Kelompok Tani Hutan (KTH) Baru Muncul merupakan salah satu kelompok Masyarakat ekonomi produktif di daerah Manding Laok, Manding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang memadukan hasil kehutanan dan pertanian menjadi produk minuman herbal tradisional dengan nama “pokak madu”.
Minuman tersebut memiliki rasa yang berbeda dengan pokak lainnya, ada madu yang ditambahkan dalam racikan dan tidak digunakan pada pokak lainnya. Inovasi tersebut membuat pokak madu ini menjadi minuman herbal tradisional instan yang siap diseduh dan dikonsumsi setiap saat.
Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan yang merupakan salah satu program pengabdian kepada Masyarakat, dosen Universitas Wiraraja (Unija) mewujudkan ide tersebut dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi, khususnya di daerah lahan kering Kabupaten Sumenep.
“Kegiatan dilakukan melalui pendampingan dan pelatihan mitra, terdiri dari pelatihan pengolahan minuman pokak cair menjadi minuman serbuk instan dengan penerapan metode kristalisasi menggunakan bantuan alat pembuat serbuk,” kata Ketua Tim, Ratih Yuniastri.
Selain itu, mitra juga dibekali pendampingan pencatatan usaha dan pembuatan e-commerce agar dapat mempermudah pelacakan aliran kas dan memperluas daerah pemasaran produk.
“Guna mendukung kegiatan produksi, tim memberikan hibah berupa alat pengolahan disertai pendampingan pengoperasian alat tersebut,” tambahnya.
Ratih berharap, pelatihan dan pendampingan ini dapat meningkatkan produktivitas kelompok dan membantu mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Bapak Rahman selaku ketua kelompok dan Ibu Nur Fadhilah selaku Penyuluh Kehutanan menyambut baik dan mendukung program ini,” cetusnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut terselenggara atas program hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM). Tim pengabdi terdiri atas 3 orang dosen, yaitu Ratih Yuniastri sebagai Ketua Tim, bersama Rika Diananing Putri dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian dan Moh. Baqir Ainun dari Prodi Bisnis Digital sebagai anggota. (*/ROS)