PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, terus berupaya menekan kasus stunting di Pamekasan. Cara yang dilakukan, menggandeng banyak unsur, yaitu pemerintahan, akademisi, badan, pelaku usaha, komunitas, dan media.
“Kenapa melibatkan banyak unsur karena masing-masing kita memiliki keterbatasan, banyak pihak ini akan saling melengkapi untuk menekan stunting di Pamekasan,” kata Baddrut Tamam.
Menurutnya, Pemkab Pamekasan berperan menyusun kebijakan anggaran, akademisi melakukan penelitian mencari solusi, pengusaha bisa menyumbanhkan CSR.
“Kelompok masyarakat melakukan kegiatan edukasi, dan media massa ikut andil melalui pemberitaan,” tuturnya.
Terakhir, Bupati Baddrut Tamam menyampaikan keberhasilan Pemkab Pamekasan menekan angka stunting dari 38 menjadi 31 persen pada tahun 2022.
“Kami optimis jika semua pihak berperan stunting di Pamekasan akan terus menurun,” terangnya. (RIDWAN/ROS)