SUMENEP, koranmadura.com – Sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya literasi pada anak usia dini, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), mendirikan rumah baca untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Rumah baca yang diberi nama ‘Literasi Asik’ ini terletak di Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, dan menghadirkan konsep yang unik dan menarik. Salah satu fitur utama adalah ruang belajar yang dilengkapi dengan berbagai permainan yang memang dirancang khusus untuk merangsang motorik anak-anak.
Ketua Proyek Literasi Asik, Iis Dewi Ratih, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingkat literasi yang masih rendah di kalangan generasi muda Indonesia. Menurutnya, gagasan mendirikan rumah baca ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan literasi masyarakat.
“Rumah baca ini menyediakan bahan bacaan edukatif bagi para siswa bahkan masyarakat umum di desa ini untuk meningkatkan pengetahuannya,” ujarnya.
Rumah baca ini memiliki koleksi mencapai 1.300 buku dari berbagai bidang pengetahuan yang dapat memenuhi kebutuhan bacaan siswa, termasuk anak usia dini. “Rumah baca ini akan buka selama jam sekolah dan akan menjadi sarana literasi gratis bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Statistika Bisnis di ITS Surabaya, Wahyu Wibowo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Jerman.
“Ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat. Kami bersinergi dengan Kedutaan Besar Jerman untuk menyediakan rumah baca bagi penduduk Desa Bungbungan,” jelasnya.
Lebih lanjut dia memaparkan bahwa ini bukan kali pertama gagasan rumah baca untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep yang diwujudkan pihaknya, tapi sudah merupakan kali kedua.
Wahyu menyebut, tahun sebelumnya proyek serupa sudah dilaksanakan di Pulau Sapudi. Dengan upaya ini, harapannya tingkat literasi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, dapat terus meningkat, serta menciptakan pondasi yang kuat untuk masa depan yang cerah. (FATHOL ALIF/DIK)