BATU, Koranmadura.com – Pasar Induk Kota Batu telah selesai dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai upaya menyokong perekonomian masyarakat di Kota Batu, Jawa Timur. Pembangunan pasar yang dimulai sejak Desember 2021 rampung 100% pada Mei 2023 sehingga siap beroperasi kembali untuk aktivitas perdagangan.
Pembangunan Pasar Induk Kota Baru yang dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya ini merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Direktur Kepatuhan Intern, Direktorat Jenderal Cipta Karya Vincentius Untoro Kurniawan mengatakan bangunan pasar setinggi 3 lantai dengan total luas bangunan 34.041 m2 ini telah menerapkan konsep bangunan gedung hijau.
“Sebagaimana tadi kita tinjau bersama bahwa bangunan pasar induk sudah dikonsepkan sebagai pasar modern dengan berbasis bangun hijau, kita meminimalisir penggunaan AC, sehingga angin masuk dan tetap sejuk di dalamnya” jelas Untoro saat menyampaikan paparan di Balaikota Among Tani Kota Batu dalam kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi V DPR RI ke Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (8/9/2023), seperti dilansir pu.go.id.
Pasar Induk Kota Batu dibangun melalui pendanaan APBN tahun 2021-2023 senilai Rp166,7 miliar dengan pembagian bangunan pasar terdiri dari lantai 1 sebagai zona basah, lantai 2 sebagai zona kering, dan lantai 3 sebagai zona makanan dan kuliner. Pasar dengan daya tampung sebanyak 2630unit ini meilputi 1.716unit kios dan 914 los.
Anggota Komisi V DPR RI yang juga merupakan ketua rombongan Kunker Spesifik Sadarestuwati berharap Pasar Induk Kota Batu dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.
“Pembangunan pasar berkonsep modern ini anggarannya juga cukup besar sekitar Rp166miliar. Kami mau tahu kesiapannya pedagang ketika sudah masuk, kemudian penataan pedagangnya seperti apa karena pedagang ini beragam ada pedagang makanan, tekstil, pracangan dan bahkan ada juga pedagang emas. Tentu ini harus dipisahkan, juga termasuk ketersediaan fasilitasnya dan yang paling penting toiletnya. Terkait desain sangat bagus, tinggal bagaimana pengelolaannya. Selain itu yang perlu dikembangkan yaitu TPS3R, pasar harus ada pengelolaan sampahnya,” kata Estu.
Sejalan dengan hal tersebut, PJ Walikota Batu Aries Agung Paewai mengatakan di akhir bulan September ini para pedagang bisa menempati lapak di Pasar Induk Kota Batu.
“Inshaallah waktu dekat pedagang kita yang mengungsi di Stadion Brantas akan kembali ke Pasar Induk Kota Batu. Prosesnya hampir selesai, proses undian pembagian kios dan lapak, inshaallah di minggu ini ada pembagian kunci sehingga akhir September pedagang bisa masuk” ujar Aries. (Kunjana)