SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Kalianget tidak boleh terhenti oleh siapapun atau persoalan apapun.
Hal ini disampaikan Bupati Fauzi saat menjadi pembina upacara di SMKN 1 Kalianget, pada hari pertama kembali masuk sekolah setelah sekitar satu pekan sekolah tersebut tutup karena disegel ahli waris pemilik lahan.
Bupati Fauzi menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan lahan yang terjadi. Meskipun persoalan lahan ini terjadi di masa lalu, sebagai kepala daerah saat ini, dia tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya.
“Biarkan prosesnya tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Tapi kegiatan belajar mengajar tidak boleh sampai terhenti. Karena ini menyangkut masa depan anak didik kita bersama,” katanya.
Bupati Fauzi juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para siswa selama insiden penyegelan. Dia berharap agar para siswa dapat terus fokus pada pembelajaran dan tidak terganggu oleh persoalan yang terjadi.
Sekadar diketahui, dalam kunjungannya ke SMKN 1 Kalianget, Bupati Sumenep turut ditemani oleh jajaran Forkopimda setempat, termasuk Kapolres, Kajari, dan perwakilan Dandim 0827/Sumenep.
Mereka memberikan motivasi kepada para siswa, guru, dan seluruh stakeholder sekolah, sebagai langkah pemulihan pasca insiden penyegelan pintu utama sekolah pada tanggal 17 September 2023. Akibat penyegelan tersebut, kegiatan belajar mengajar sempat dilakukan secara daring. (FATHOL ALIF/ROS)