SERANG, Koranmadura.com – DPP PDI Perjuangan tengah mendesain 38 truk yang akan berfungsi sebagai bioskop berjalan atau layar tancap dan akan disebarkan ke semua provinsi di Indonesia pada Oktober 2023 mendatang.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, truk bioskop ini merupakan permintaan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Awalnya, Megawati yang rutin membaca koran setiap pagi, melihat berita tentang layar tancap.
“Ibu melihat dulu dari koran, lihat dulu dari berita apa persoalan rakyat. Tiba-tiba ibu membaca tentang layar tancap. Wah, ternyata layar tancap ini masih diterima di daerah-daerah, maka memanggil saya,” kata Hasto Kristiyanto dalam sambutannya pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Provinsi Banten di Kantor DPD PDI Perjuangan Banten di Kota Serang, Minggu 10 September 2023.
Hasto meneruskan, “Dikatakan, ini kan, layar tancap. Ini kan bagus untuk sosialisasi tentang Pancasila, tentang kerakyatan, tentang pembelaan kita terhadap wong cilik, tentang stunting, ini kan bagus. Coba kamu buat.” kata Hasto mengutip Megati Soekarnoputri.
Menurut Hasto, Megawati memang memiliki kekuatan imajinasi dan ide dalam berbagai hal. Setelah mendengarkan permintaan itu, lanjut Hasto, PDI Perjuangan merancang realisasinya.
Hasto mengatakan jajaran Partai lalu menghubungi perusahaan Karoseri untuk membuat truk tersebut.
“Langsung menjadi mobil bioskop PDI Perjuangan yang akan kita luncurkan pada bulan Oktober bertepatan dengan (masa) kampanye,” kata Hasto.
PDIP, lanjut Hasto, sudah menandatangani kontrak untuk pembuatan 38 truk bioskop.
“Nanti bertepatan dengan pembukaan masa kampanye ini akan kita luncurkan mobil bioskop setiap provinsi akan dapat satu. Semoga bisa lebih cepat,” jelas Hasto.
Untuk pengadaan ke-38 truk tersebut, kata Hasto, dilakukan secara gotong royong oleh kader PDI Perjuangan. Sebab PDI Perjuangan memiliki prinsip keterbukaan dalam mengadakan barang dan jasa.
“Bisa diaudit, maka kita membangun trust, duitnya tidak melalui saya, langsung kita kirim ke Karoserinya sehingga akhirnya ini selesai,” tandas Hasto. (Sander)