SAMPANG, koranmadura.com – Kondisi Raihan (3), balita asal Dusun Langsaleber, Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang mengalami peristiwa tragis, yaitu kedua tangannya terpotong di mesin rajang tembakau, pada Minggu, 3 Sepetember 2023 lalu, kini telah menjalani operasi penyambungan tangan.
Camat Sokobanah Sapta Nuris Ramlan menyampaikan, kondisi balita berusia tiga tahun yang mengalami kejadian tragis kini kondisinya membaik, namun masih belum stabil. Balita tersebut sudah menjalani operasi penyambungan tangan yang dilakukan secara bertahap.
“Untuk saat ini Raihan masih dirawat di RS Soetomo Surabaya, dan telah dilakukan operasi tahap kedua, kita doakan saja semoga operasinya berjalan lancar,” ujarnya, Jumat, 8 September 2023.
Sapta membeberkan, Raihan merupakan balita atau putra dari bapak Ustadi. Sedangkan Ibunya sendiri telah meninggal dunia. Dan Raihan juga mempunyai saudara kembar bernama Ahmad Farhan serta kakak perempuan yang juga masih kecil yang masih berusia 4 tahun.
“Kini semuanya diasuh oleh ayahnya dan neneknya karena ibunya sudah meninggal. Sedangkan kondisi keluarganya berasal dari keluarga kurang mampu karena masih memerlukan uluran tangan atau bantuan dari orang lain,” katanya.
Sebelumnya, Raihan (3), balita yang mengalami kejadian tragis itu dibawa oleh ayahnya ke rumah tetangganya untuk merajang daun tembakau hasil pertaniannya.
Saat hendak merajang daun tembakau, anaknya tersebut berada di sampingnya. Namun tidak disangka, setelah mesin dihidupkan, sang ayah mendengar tangisan anak-anak yang tidak jauh dari lokasinya.
Saat didatangi sumber suara tangisan itu, begitu kaget tidak kepalang setelah melihat Raihan anaknya dalam kondisi tangannya masuk ke dalam mesin rajang. Melihat kondisi itu, ayah Raihan langsung bergegas membawanya ke Puskesmas terdekat. Dan oleh Puskesmas dirujuk ke RSU Ketapang hingga kemudian dirujuk kembali ke RS dr Soetomo Surabaya. (MUHLIS/DIK)