SAMPANG, koranmadura.com – Bela Palestina, Habaib-Ulama serta ratusan warga Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi damai dengan melakukan istigasah di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin, 30 Oktober 2023.
Mereka yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (Auma) menyerukan pembelaannya kepada Palestina atas tindakan brutal penyerangan tentara Zionis Israel yang dinilai membabi buta sehingga mengakibatkan ribuan korban jiwa dari penduduk Palestina serta penyerangan fasilitas umum yang ada di jalur Gaza, Palestina.
Korlap Aksi Auma KH. Hamidudin Yahya menyampaikan kegiatan saat ini merupakan aksi solidaritas terhadap sesama muslim yakni untuk rakyat Palestina dengan cara melakukan doa dan zikir bersama di depan kantor DPRD Sampang.
“Kegiatan saat ini merupakan kegiatan kemanusian dan tidak ada nuansa kepentingan apa pun. Ini murni untuk kemanusian,” katanya.
Tidak hanya kegiatan doa dan zikir bersama, KH. Hamidudin Yahya juga menyampaikan kegiatan kemanusian untuk rakyat Palestina juga dengan melakukan galang dana. Menurutnya, aksi sosial galang dana yang dilakukannya yaitu telah mengumpulkan dana bantuan untuk Palestina sekitar Rp20 juta lebih.
“Hasil sementara yang sudah diserap dari masyarakat dan donatur yaitu sekitar Rp20 juta lebih, karena penghitungan hasil donasi masih belum selesai. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Palestina,” harapnya.
Pihaknya juga menyampaikan sejumlah sikap dukungan terhadap bangsa Palestina agar disampaikan kepada DPR RI melalui DPRD Sampang. Adapun pernyataan sikap Auma di antaranya yaitu mendukung segala bentuk ikhtiar Bangsa Palestina untuk mendapatkan hak-hak kemerdekaan dan kedaulatannya untuk menjadi negara dan berdaulat. Serta mendorong Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk melakukan pertemuan darurat membahas langkah-langkah strategis dalam proses perdamaian dan kemerdekaan.
“Pernyataan sikap kita yaitu keprihatinan sudah melampaui batas kemanusian. Apa yang dilakukan tentara Zionis Israel sudah di luar batas kemanusian alias tidak beradap. Mereka telah membunuh warga sipil baik anak-anak maupun perempuan bahkan infrastruktur umum seperti rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Sehingga kami mengajak negara-negara Islam untuk ikut membantu agar kemerdekaan Palestina terselesaikan. Kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah pro aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dan penghapusan penjajahan di atas dunia sebagaimana amanat Konstitusi UUD 1945,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Sampang, Fadol beberapa negara muslim juga telah melakukan aksi bela Palestina. Menurut hematnya, dalam eskalasi penyerangan tentara Zionis Israel terhadap militan Hamas Palestina menyebabkan warga sipil dan infrastruktur juga menjadi sasaran oleh tentara Zionis Israel. Hal itu merupakan tindakan biadab, sebab telah melanggar hukum Internasional.
“Yang disasar bukan tentara militan Hamas, malah yang disasar adalah warga sipil, Fasum, Rumah sakit indonesia oleh tentara Zionis Israel. Kami berharap ada langkah-langkah tegas dari PBB untuk menyikapi serangan Israel ke Palestina. Sedangkan tujuh poin sikap dari AUMA, pihaknya akan menyampaikannya ke DPR RI,” ungkapnya. (MUHLIS/DIK)