JAKARTA, Koranmadura.com – Pesta di Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum benar-benar usai. Masih ada satu pasangan yang bakal mendaftar ke KPU untuk mengikuti kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yaitu Prabowo Subianto dan pasangannya.
Pada Kamis 19 Oktober 2023 kemarin, ada dua pasangan yang mendaftar ke KPU yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Kedatangan dua pasangan ini membuat suasana di gedung KPU hiruk pikuk sejak pagi. Bahkan kerumunan massa ini meluap sejak dari Tugu Proklamasi, tempat duet Ganjar-Mahfud MD dan relawannya berkumpul, hingga Gondang Dia, tempat pasangan Anies-Muhaimin “berdandan” sebelum ke KPU.
Namun, bukan cerita tentang pendaftaran itu yang dikisahkan di sini. Ada satu pemandangan unik yang dilakukan pendukung Ganjar-Mahfud, yaitu aksi bersih-bersih sampah di sepanjang jalan sekitar kantor KPU.
Aksi ini sangat simpatik. Sebab setiap kali ada “pesta” seperti hari kemarin itu, sudah pasti sampah berserakan. Sebab karakter sebagian besar warga Indonesia adalah membuang sampah secara sembarangan.
Maka kehadiran dan aksi para relawan pasangan Ganjar-Mahfud membersih sampah sisa pesta pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU patut diacungi jempol.
Relawan pasangan Ganjar-Mahfud ini secara gotong-royong membersihkan sampah-sampah yang berserakan di jalanan sekitar gedung KPU.
Tidak peduli dan tidak perlu dihitung, itu sampah pendukung Ganjar-Mahfud atau sisa sampah pendukung Anies-Muhaimin yang memenuhi KPU sesaat sebelumnya. Pokoknya, semua sampah dibersihkan.
Salah satu pelopor dalam aksi bersih-bersih sampah di sekitar gedung KPU ini adalah Komunitas Juang dari Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 700-an lebih orang hadir di KPU.
Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Menyisir titik-titik dengan banyak tumpukan sampah.
Thoirun dan kawan-kawan, misalnya, ditugaskan memungut sampah pintu masuk KPU. Terlihat, banyak sekali sampah plastik, botol air mineral, bungkus makanan, bendera dan poster.
Asisten Mentor Komunitas Juang, Bagas Bachtiar menerangkan, Komunitas Juang diberi tugas oleh DPP PDI Perjuangan untuk menjaga kebersihan di acara pendaftaran capres dan cawapres yang diusung oleh PDI Perjuangan.
“Dari DPP partai ingin setiap acara menjaga disiplin kebersihan. Disiplin kebersihan memang harus dijaga tiap event,” ujar dia.
Kali ini, Komunitas Juang telah menyiapkan ratusan trashbag untuk menampung sampah-sampah yang ada di sekitar Gedung KPU.
Dia mengatakan, trashbag berisi sampah ini nanti akan diserahkan ke petugas kebersihan setempat. Intinya, Komunitas Juang ingin meringankan pekerjaan dinas kebersihan.
“Kami bantu supaya tidak terlalu keteteran,” ujar dia.
Apa yang dilakukan oleh relawan dan kader-kader PDI Perjuangan ini patut ditiru oleh relawan dan kader partai dan pasangan Capres lain.
Sebab, Anda semua yang berpesta, maka Anda juga harus bertanggung jawab atas sampah-sampah Anda. Jangan bebankan kepada petugas sampah yang digaji pemerintah untuk membersihkan kotoran Anda. (Sander)