SAMPANG, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang berharap Perubahan APBD 2023 segera disahkan.
Harapan itu disampaikan supaya distribusi air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan, khususnya yang mengalami kering kritis, bisa segera dilakukan kembali.
Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Sampang mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa melakukan distribusi air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan karena dana bantuan ratusan juta rupiah dari Provinsi Jawa Timur telah habis.
“Kalau anggaran yang dari Pemprov Jatim untuk dropping sudah kami lakukan distribusi air bersih ke 62 desa, setiap desa mendapatkan 5 tangki. Untuk melakukan distribusi kembali, sekarang ini masih menunggu anggaran dari Perubahan APBD 2023,” ujarnya.
Anggota Banggar DPRD Sampang, Alan Kaisan, menyampaikan bahwa dokumen Perubahan APBD 2023 baru turun dari Provinsi Jatim dan sesegera mungkin akan dibahas di tingkat Banggar.
“Nah, setelah selesai dibahas di tingkat Banggar dan kalau tidak ada koreksi, maka akan segera direalisasikan. Jadi dalam minggu ini bisa dilaksanakan kembali distribusi air bersih,” paparnya. (MUHLIS/FAT/DIK)