SAMPANG, koranmadura.com – Kepolisian mengamankan satu orang dalam peristiwa bentrokan massal antardesa di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang mengakibatkan tujuh orang mengalami luka sabet senjata tajam.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya satu orang yang telah diamankannya. Namun pihaknya memastikan jika satu orang yang diamankan tersebut statusnya belum diketahui secara pasti, sebab masih harus menunggu hasil pemeriksaan.
“Satu orang yang diamankan itu untuk statusnya masih menunggu hasil pemeriksaan,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 5 Oktober 2023.
Lanjut Ipda Sujianto menyampaikan, tidak menutup kemungkinan dari tujuh orang yang mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami luka-luka akan menjadi tersangka setelah dilakukan pemeriksaan. Namun untuk satu orang yang sudah diamankan tersebut di luar dari tujuh orang yang berada di rumah sakit.
“Bisa jadi orang-orang yang ada di rumah sakit yang mengalami luka-luka itu, bisa jadi ditetapkan sebagai tersangka. Makanya tunggu hasil pemeriksaan,” katanya.
Namun begitu, Ipda Sujianto tidak memungkiri dua orang yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Mohammad Zyn karena mengalami luka-luka, telah dilakukan pemeriksaan.
“Dua orang yang sebelumnya dirawat di rumah sakit memang dibawa ke sini, karena kondisinya membaik dan bisa dilakukan pemeriksaan. Makanya dibawa ke sini. Inisial dua orang itu, kami belum mengetahui,” ujarnya.
Ipda Sujianto menyampaikan, peristiwa bentrokan antar warga di Desa Pakalongan, Kecamatan Sampang, terjadi pada Selasa malam, 3 Oktober 2023, sekitar pukul 19.30 wib. Dalam peristiwa perkelahian itu terdapat tujuh orang mengalami luka-luka di antaranya berinisial M, F, U, W, DH, S dan A.
“Mereka berasal dari dua desa yaitu Desa Pakalongan dan Desa Banyumas, Kecamatan Sampang,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)