SAMPANG, koranmadura.com – Menjadi nomor dua dalam percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur setelah Kota Surabaya, Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, masih belum berpuas diri dan terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting melalui sosialisasi Internalisasi Pengasuhan Balita.
Melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, menggelar kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka penurunan stunting kepada masyarakat sebagai bentuk penguatan dan peningkatan komitmen pemangku kebijakan dan mitra kerja di tingkat Kabupaten hingga tingkat desa.
Selain kegiatan sosialisasi pelaksanaan promosi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), kegiatan tersebut juga dikemas dengan acara Talk Show dengan menghadirkan TP PKK Kabupaten, Dokter spesialis anak hingga Psikolog anak. Acara tersebut digelar di Pendopo Trunojoyo Sampang.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sampang, Abdullah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Kabupaten Sampang menjadi Kabupaten nomor dua tercepat se-Jawa Timur dalam penanganan dan penurunan angka stunting setelah Kota Surabaya.
“Kendati kasus stunting di Kabupaten Sampang terus mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni nomor dua setelah Kota Surabaya. Ini tidak lepas dari jerih payah usaha kita semua. Dengan penurunan stunting di Sampang ini, menunjukan kita bisa bersaing dengan Kabupaten lainnya di Jatim. Kalau kita tetap kerjasama, kolaborasi, sinergi dan sosialisasi dengan baik, maka kita tidak akan kalah dengan Kabupaten lainnya di Jatim,” jelasnya, Rabu, 11 Oktober 2023.
Wakil Bupati Sampang, Abdullah Hidayat ini juga membeberkan, penurunan stunting di Sampang dinilainya sangat bagus yakni dari angka 17,2 persen menjadi 6,9 persen hingga 2023 saat ini. Bahkan pihaknya meyakini pada 2024 mendatang, penurunan stunting akan kembali mengalami penurunan hingga 4 sampai 5 persen.
“InsyaAllah Kabupaten Sampang tidak akan tertinggal dalam penurunan stuntingnya dari Kabupaten lain, kecuali dari Kota Surabaya yang mencapai 4,8 persen. Maka kami berharap bisa menyusulnya, kalau perlu bisa menyalip posisi kota Surabaya,” katanya.
Sementara Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang, Abdulloh Najich melalui Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Zahruddin menyampaikan, ada beberapa point diadakannya kegiatan sosialisasi promosi pentingnya pengasuhan yang tepat di masa 1.000 HPK, di antaranya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola dan pelaksana di lini penyuluh KB/PLKB dan kader BKB tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak pada periode 1.000 HPK.
Kemudian untuk meningkatkan pemangku kepentingan dan penentu kebijakan, serta pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga yang memiliki ibu hamil, baduta, balita melalui pengasuhan 1.000 HPK dalam rangka percepatan penurunan stunting.
“Kami ucapkan dan memberikan apresiasi kepada keluarga baduta yang bersedia bergabung di kelompok BKB. Namun yang terpenting, acara ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.
Lanjut Zahrudin mengatakan, dalam upaya percepatan penurunan stunting, pihaknya saat ini juga melakukan aksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Baduta dan balita hingga ibu hamil yaitu makanan bernilai gizi tinggi sebanyak satu boks mobil yang akan disebar di 14 Kecamatan melalui BKB.
“Kami juga bekerjasama dengan Forum pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sampang dalam pengadaan PMT yang diberikan kepada masyarakat Sampang, sebagai upaya kolaborasi kami dalam upaya penurunan angka stunting di Sampang,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi promosi pentingnya pengasuhan yang tepat di masa 1.000 HPK yang digelar di Pendapa Trunojoyo Sampang saat ini dihadiri Ketua TPPS H. Abdullah Hidayat, TP-PKK Kabupaten dan TP-PKK se-Kabupaten Sampang, Kader BKB, Keluarga Baduta/Balita, Penyuluh KB se-Kabupaten Sampang, COE (BKB, BKR, BKL, UPPKA, serta PIK), Insane Genre, serta juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur oleh ketua tim pemberdayaan ekonomi keluarga Provinsi Jawa Timur Haryono. (ADV/MUHLIS/DIK).