SAMPANG, koranmadura.com – Wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dinilai masih rawan terjadi bencana banjir dan longsor. Untuk itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Timur (Jatim) luncurkan program akselerasi Desa Tangguh Bencana (Destana).
Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi LPBINU Jawa Timur, Syaiful Anam menyatakan peluncuran program akselerasi Destana yang dijalankan saat ini bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia melalui program Siap Siaga.
Menurutnya, pembentukan Destana dirasa sangat penting dilakukan lantaran bencana begitu dekat dengan masyarakat, terutama yang dekat dengan sumber ancaman bencana.
“Karena masyarakat desa itu korban pertama dari sebuah bencana. Nah, agar warga tidak menjadi korban bencana, maka kami bentuk Destana dengan harapan nantinya mereka tidak menjadi korban,” ujarnya kepada koranmadura.com, Senin, 2 Oktober 2023.
Menurut hematnya, rata-rata korban bencana merupakan orang yang belum mengetahui baik apa yang harus dilakukan saat bencana tiba dan kebanyakan pula tidak menyadari risiko-risiko yang sebenarnya ada di desa mereka. Oleh karena itu, dengan dibentuknya Destana, masyarakat diharapkan sudah mampu menyadari risiko-risiko yang ada di desa mereka.
“Sehingga nantinya masyarakat mampu mengetahui juga langkah-langkah yang akan diambil agar selamat dari bencana,” paparnya.
Pada program Destana di Jawa Timur ini, lanjut bagian Bidang Program Manager Siap Siaga Jatim, Cak Anam sapaan karib Syaiful Anam menyampaikan terdapat empat lokasi pendampingan yaitu di antaranya Kabupaten Sampang, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan. Dari empat Kabupaten tersebut, pihaknya mengambil tiga lokasi yaitu di Kabupaten Sampang, Lumajang, dan Pasuruan.
Sedangkan untuk Kabupaten Sampang, ada 9 desa/kelurahan yang disasar, yaitu di antaranya berada di wilayah Kecamatan Sampang dan Kecamatan Karang Penang. Untuk wilayah Kecamatan Sampang di antaranya Desa Banyumas, Panggung, Pasean, Gunung Maddah serta dua kelurahan yakni Kelurahan Dalpenang dan Banyuanyar. Kemudian untuk desa-desa di Kecamatan Karang Penang di antaranya Desa Bulmatet, Karang Penang Onjur, dan Desa Tlambah.
“Nah, di Kabupaten Sampang, sebenarnya sudah ada 7 desa dan kelurahan yang sudah dibentuk Destana. Dan kami hanya bisa menyasar 9 desa yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran kami. Pemilihan 9 Desa ini kami pilih berdasarkan tingkat kerawanan bencananya yaitu titik banjir dan longsor. Data-data itu kami didapat dari koordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim,” jelasnya. (MUHLIS/DIK)