JAKARTA, Koranmadura.com – Presiden Jokowi menanggapi santai rumor bahwa putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka akan menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto.
“Beberapa bulan nggak pernah ketemu,” jawab Presiden Jokowi saat ditanya wartawan tentang peluang Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres Prabowo Subianto seusai melakukan panen raya di Jalan PLTU Indramayu, Desa Karanglayung, Sukra, Jawa Barat, Jumat 13 Oktober 2023.
Jawaban santai juga diberikan Jokowi saat ditanya lebih lanjut wartawan tentang penilaian publik bahwa dia tengah membangun dinasti politik dengan menempatkan Gibran sebagai Cawapres Prabowo.
Jokowi menyerahkan penilaian itu kepada masyarakat. “Serahkan masyarakat saja,” ujarnya singkat.
Nama Gibran Rakabuming Raka memang disebut-sebut menjadi jalan tengah Koalisi Indonesia Maju dalam memilih Cawapres bagi Prabowo Subianto di tengah tarik menarik para ketua umum partai politik pendukung Prabowo Subianto.
Namun keputusan final masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi UU No 7 Tahun 2017 terkait batas minimum usia calon presiden (Capres) dan Cawapres.
Dalam UU tersebut diatur bahwa batas minimum usia Capres-Cawapres adalah 40 tahun. Namun sejumlah pihak, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menggugat ke MK agar syarat usia ini diturunkan menjadi minimal 35 tahun dan/atau pernah menjadi gubernur serta bupati/wali kota.
Banyak pihak menilai, uji materi ini hanya untuk memuluskan jalan bagi Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres pada Pilpres 2024. Sebab usia Gibran Rakabuming Raka saat ini masih 36 tahun.
Sebelumnya Presiden Jokowi, dalam percakapannya dengan Ketua Umum Projo yang kini menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, sebagaima diberitakan Detik.com Jumat 26 Mei 2023, pernah mengatakan bahwa usia Gibran belum cukup untuk menjadi Cawapres. Juga karena pengalamannya sebagai wali kota Surakarta masih minim. (Sander)