SAMPANG, koranmadura.com – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Sampang, Madura, masih terus berlanjut. Sementara dana bantuan ratusan juta rupiah dari Provinsi Jawa Timur untuk dropping air bersih ke 62 desa yang mengalami kekeringan kritis telah habis.
Tak hanya itu, pengajuan dana dropping air bersih untuk bencana kekeringan yang telah disetujui dalam perubahan struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2023 juga belum bisa direalisasikan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Moh Imam, mengungkapkan bahwa dana tambahan sebesar Rp150 juta dari Perubahan APBD 2023 masih belum dapat digunakan karena belum disahkan oleh DPRD setempat.
“Sehingga dalam hal ini kami belum bisa kembali melakukan dropping air bersih kepada 62 desa yang mengalami kering kritis,” ucapnya
Moh Imam menjelaskan bahwa jika Perubahan ABPD 2023 telah disahkan, anggaran senilai Rp150 juta tersebut akan digunakan untuk dropping air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan kritis.
Tak hanya itu, dia memastikan juga akan memberikan bantuan air bersih kepada desa-desa yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan dan saat ini baru mengalami kekeringan berdasarkan usulan dari masyarakat setempat.
“Desa yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan namun saat ini mengalami, baik kering langka maupun kering langka terbatas, juga akan kami dropping air bersih kalau memang ada usulan dari masyarakat,” paparnya. (MUHLIS/FAT/DIK)