SAMPANG, koranmadura.com – Peristiwa bentrokan sejumlah warga antardesa di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang menyebabkan tujuh orang mengalami luka berat akibat senjata tajam ternyata dipicu persoalan asmara.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto menyampaikan peristiwa bentrokan antar-warga di Desa Pakalongan, Kecamatan Sampang, terjadi pada Selasa malam, 3 Oktober 2023, sekitar pukul 19.30 wib. Dalam peristiwa perkelahian itu terdapat tujuh orang mengalami luka-luka di antaranya berinisial M, F, U, W, DH, S, dan A.
“Mereka berasal dari dua desa yaitu Desa Pakalongan dan Desa Banyumas,” katanya, Kamis, 5 Oktober 2023.
kasi Humas Polres menyampaikan, awal mula terjadinya peristiwa lantaran ada kesalahpahaman antar-pemuda terhadap seorang perempuan sehingga berujung perkelahian dan mengalami luka-luka.
“Tapi kemarin sudah ada pertemuan di antara dua desa tersebut di Polres Sampang yaitu Pj Kades Banyumas dan Pakalongan yang dihadiri Muspika dan Muspida yaitu Kapolres, Dandim serta Sekda dan beberapa tokoh untuk melakukan pembahasan terkait persoalan yang terjadi. Dalam pertemuan itu disepakati akan diselesaikan dengan kekeluargaan,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Ipda Sujianto menyatakan belum ada pihak mana pun yang melakukan pelaporan terhadap kejadian tersebut. Namun begitu pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari asal muasal penyebab kejadian itu.
“Kami tetap melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari apa yang menjadi penyebab dan siapa pelakunya serta motifnya,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)