BANDUNG, Koranmadura.com -Berkomitmen mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melakukan konversi motor listrik, yaitu motor konvensional berbasis BBM akan dikonversikan menjadi motor listrik, mengingat pertumbuhan kendaraan, khususnya roda dua berbasis bensin mencapai 5 – 6% per tahun, dengan populasi 120 juta unit kendaraan.
Guna mengakselerasi pengembangan ekosistem KBLBB tersebut, Kementerian ESDM rutin menggelar pelatihan-pelatihan terhadap bengkel yang akan melakukan konversi motor listrik, serta sosialisasi program konversi motor listrik kepada masyarakat, dan terbaru adalah dengan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek)Konversi Motor BBM Menjadi Motor Listrik yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/9/2023) lalu.
“Kegiatan ini bertujuan agar dapat meningkatkan penggunaan motor bertenaga listrik sehingga dapat mengurangi emisi dan polusi yang meningkat,” ujar Direktur Konservasi yang diwakili oleh Koordinator Pengembangan Usaha Konservasi Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Devi Laksmi, dalam sambutannya.
Devi menyebut, kegiatan konversi motor listrik ini merupakan bagian dari konservasi energi, dan akan berdampak terhadap penghematan jika dibandingkan dengan pembelian motor berbasis BBM, sehingga akan tercipta efisiensi biaya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan untuk mempersiapkan ekosistem motor konversi, perlu dipersiapkan dengan matang, karena diperlukan kolaborasi yang kompak antar instansi, seperti Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI dalam program konversi motor listrik. “Hal tersebut dapat dimulai dengan mempersiapkan bengkel konversi yang bersertifikat yang diawasi oleh instansi yang turut serta berpengaruh dalam program konversi motor BBM menjadi motor listrik,” jelas Devi, seperti dilansir esdm.go.id.
Sedangkan Kepala PPSDM KEBTKE Susetyo Edi Prabowo mengatakan Bimbingan Teknis yang dilakukan adalah untuk melatih dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia sehingga dapat berkontribusi dalam program konversi motor listrik. “Pelatihan juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat umum dalam meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor bertenaga listrik,” tutur Susetyo.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Ai Sa’adiyah Dwidaningsih mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM, karena berdasarkan data Dinas ESDM Jawa Barat, kendaraan bermotor di Kota Bandung mencapai 13,7 juta unit, sehingga dengan adanya Bimbingan Teknis ini mampu mengurangi emisi dari kendaraan bermotor. “Ini merupaikan peluang bagi masyarakat yang harus disambut baik apabila kegiatan ini sudah menyeluruh, selaras dengan adanya momentum ketertarikan masyarakat dalam penggunaan kendaraan bertenaga listrik,” pungkasnya. (Kunjana)