JAKARTA, Koranmadura.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkesempatan menyampaikan paparan mengenai penguatan Multilateral Development Banks (MDB), saat menghadiri acara 4th G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting FMCBG Working Dinner bersama para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggota G20 di Marrakesh, Maroko, Kamis (12/10/2023).
“MDB ini memiliki tiga fungsi penting, yaitu pendanaan, pengetahuan, serta menyelenggarakan pertemuan,” tutur Sri Mulyani dalam keterangan resminya (13/10/2023), seperti dilansir kemenkeu.go.id.
Menkeu mengatakan, jika berdiskusi mengenai penguatan MDB, maka reformasi yang dibutuhkan tidak hanya dalam konsep maupun model bisnisnya saja, namun juga mengenai staf dan bagaimana organisasi dikelola.
Menurut Menkeu, selama ini area tersebut masih belum benar-benar dibahas, terutama mengenai bagaimana cara mengukur dampak dan hasilnya melalui key performance indicators (KPI).
“Selain itu, jika bicara mengenai pembiayaan, baik lunak maupun tidak lunak, MDB harus berhati-hati, terlebih di situasi banyak negara klien yang keadaan fiskalnya tidak sehat. Hal ini penting diperhatikan untuk memastikan keberlanjutan fiskal dan utang supaya MDB tetap memiliki permintaan yang baik dan masuk akal,” lanjut Menkeu.
Sesuai dengan target G20 Independent Expert Group (IEG), Menkeu berharap supaya MDB dapat terus tumbuh lebih baik, lebih berani, dan lebih besar. Selain itu, Menkeu juga mendorong agar G20 terus menyiapkan kerangka regulasi terkait pembiayaan ini. (Kunjana)