JAKARTA, Koranmadura.com – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku sangat prihatin dengan anjloknya prestasi Indonesia di Asian Games 2023.
“Sangat menyedihkan, Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan tujuh medali emas di Asian Games Hangzhou 2023,” kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Senin 9 Oktober 2023.
Dia meneruskan, “Penurunan prestasi ini harus menjadi evaluasi menyeluruh, termasuk jajaran Kemenpora yang tidak berhasil memenuhi harapan bangsa.”
Secara khusus Hasto menyoroti anjloknya prestasi di cabang bulutangkis. Pasalnya, bulutangkis adalah salah satu cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia.
Menurut Hasto, kealpaan bulutangkis mempersembahkan medali pada Asian Games 2023 menunjukkan adanya persoalan serius terkait kepemimpinan, sistem rekrutmen, pembinaan dan pelatihan, serta aspek manajerial di Cabor tersebut.
“Bulutangkis seharusnya menjadi lambang kepemimpinan Indonesia. Seluruh anak bangsa begitu sedih atas melunturnya supremasi bulutangkis ini,” ucap Hasto Kristiyanto.
Di cabang sepakbola yang merupakan salah satu favorit masyarakat Indonesia, juga tidak mampu mencapai perempat final.
Karena itu, PDI Perjuangan merekomendasikan kepada pemerintah bersama seluruh pengurus/pembina olahraga termasuk Menpora, KONI untuk mengintropeksi diri. Duduk bersama mengevaluasi prestasi atlet Indonesia di Asian Games kali ini.
Kebijakan dan kepedulian pemerintah di sektor olahraga sangat diperlukan seperti pembinaan atlet, fasilitas olahraga dan lain-lain.
Politik tidak bisa dipisahkan begitu saja dari olahraga. Amerika, Rusia dan China menunjukkan perhatian terhadap olahraga karena prestasi di olahraga menjadi bentuk kekuatan suatu bangsa.
Terlepas faktor tuan rumah, prestasi China begitu dahsyat di Asian Games ini. Di ajang Olimpiade pun, China selalu menempel ketat Amerika dan Rusia.
Menurut Hasto, olahraga tidak bisa dilepaskan dari politik kebangsaan karena melalui politik olahraga, ada semangat, ada cita-cita, dan ada tekad yang menunjukkan jati diri bangsa.
Melalui olahraga juga, kata Hasto, dapat dibangun kepemimpinan dan supremasi Indonesia bagi dunia.
Di ajang Asian Games dan Olimpiade sorotan dunia sangat besar. Di sanalah momen yang tepat bagi atlet Indonesia untuk unjuk prestasi.
“Dalam olahraga melekat nilai-nilai fairness, ketaatan pada aturan main, kesetaraan, dan semangat mengejar prestasi. Karena itulah menjadi sangat penting sebagai jalan eksistensi kepemimpinan Indonesia melalui olahraga,” pungkas Hasto. (Sander)