SAMPANG, koranmadura.com – Penanganan kasus bentrokan massal atau carok massal oleh sejumlah warga antar Desa Banyumas dan Pakalongan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, kini diambil alih oleh Polda Jatim.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto menyampaikan, penanganan kasus bentrokan massal saat ini di back up oleh Polda Jatim. Bahkan unsur penyidik dalam kasus tersebut merupakan gabungan dari penyidik Sat Reskrim Polres Sampang dan Penyidik dari Dit Reskrimum Polda Jatim.
“Sesuai perintah awal kemarin, penanganan perkara diambil alih Polda atau dilimpahkan ke Polda Jatim,” ujarnya, Senin, 9 Oktober 2023.
Selain itu Kasi Humas Polres Sampang menyampaikan, tim penyidik Polda Jatim sudah bekerja sejak bebera hari lalu. Bahkan Pihak Polda menerjunkan sebanyak satu batalion untuk memback up penanganan perkara tersebut.
“Satu batalion dari Polda Jatim. Tapi intinya, dari Polda back up ke sini dan kemudian petunjuknya dari Polda untuk penanganannya diambil alih Polda,” paparnya.
Sekadar diketahui, adanya carok massal yang terjadi antar sejumlah warga Desa Banyumas dan Desa Pakalongan, diduga karena urusan perempuan. Akibat insiden itu, sebanyak 7 orang mengalami luka-luka akibat luka sabetan senjata tajam. Ketujuh orang tersebut setelah mengalami luka-luka harus dilarikan ke RSUD Mohammad Zyn karena harus mendapat perawatan medis. (MUHLIS/ROS)