BANGKALAN, koranmadura.com – Kondisi penjualan pakaian di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sepi pembeli.
Salah seorang penjual pakaian di pasar Ki Lemah Duwur, Ibu Hatimah (42) mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena maraknya sistem penjualan secara online.
Menurutnya sebelum membeludaknya lapak jual online, dirinya disibukan untuk melayani calon konsumen yang beli baju di tokonya. Bahkan, terkadang tidak ada waktu bagi dirinya untuk beristirahat.
“Saya jual baju pria dan laki-laki. Sebelum viral ada jual beli online, toko saya ramai pembeli, hingga puluhan pembeli. Sekarang ini mulai berkurang, lebih santai jaga di toko,” kata dia, Kamis, 12 Oktober 2023
Dia mengakui harga baju di tokonya dengan di online ada selisih lebih mahal. Namun, melihat dari keuntungan yang diambil, kata Hatimah cukup kecil. Karena ditambah dengan biaya kulakan menggunakan transportasi.
“Kalau online, penjual tidak butuh kulakan barang, cukup mempromosikan di akunnya. Jika ada yang minat nanti yang mengirim langsung dari produsen, jelas lebih murah,” ungkapnya.
Jika kondisi seperti ini tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, kata dia, maka dirinya yakin pedagang yang ada di pasar akan mengalami kebangkrutan, sebab tidak ada perputaran barang yang dijual.
“Barang kita kulakan, kita harus mengeluarkan modal untuk membeli barang. Jika tidak ada perputaran ekonomi pasti ada yang gulung tikar, mudah-mudahan dari pemerintah ada solusi,” harapnya. (MAHMUD/DIK)