BANGKALAN, koranmadura.com – Pertumbuhan ekonomi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur tahun 2022 minus, yakni -1,12 persen . Hal tersebut berdasar data dari Badan Pusat Statistik Bangkalan (BPS) setempat.
Ketika menengok dari 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi di Bangkalan 1,03 persen. Untuk 2020 mengalami kemerosotan yaitu -5,59 persen; 2021 sekitar -2,07 persen; dan tahun 2022 sebesar -1,12.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM), Iskandar Ahadiyat mengatakan, kemerosotan pertumbuhan ekonomi pada 2020 tidak lepas dengan wabah Corona yang menimpa Bangkalan.
“Pasti tidak hanya di Bangkalan, semua daerah mengalami dampak dari wabah Corona,” kata dia.
Dia tak menafikan pertumbuhan ekonomi saat ini belum baik. Namun, jika melihat dari tahun ketahun mulai ada perbaikan. Pihaknya, telah menyiapkan beberapa program untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi.
“Kita siapkan program pelatihan usaha bagi di beberapa lembaga pesantren, ada juga program One Pesantren One Product,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi pengusaha yang membutuhkan permodalan. Diantaranya, memberikan pendampingan pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) dan pembuatan sertifikat tanah gratis.
“Pembuatan sertifikat tanah grastis bertujuan, agar sertifikat itu bisa dibuat jaminan peminjaman modal usaha,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS)