BANGKALAN, koranmadura.com – Target retribusi pasar di Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengalami penurunan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2023,.
Padan tahun 2023 sebelum PAK, target retribusi pasar sebesar Rp6,8 miliar. Namun, pada saat dilakukan pencermatan ulang atas potensi pendapatan di Disdag Bangkalan, retribusi pasar diturunkan menjadi Rp6 miliar.
Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalam, Dhenis Pribadi mengatakan, dia ntara faktor yang memiliki efek terhadap pendapatan retribusi pasar yaitu, karena transaksi jual beli sapi sudah tidak dilakukan di pasar lagi.
“Sekarang pembeli sapi langsung mendatangi ke rumah pemilik sapi dan transaksinya di rumah pemilik sapi, sudah tidak dijual di pasar lagi,” kata dia, Senin, 2 Oktober 2023.
Dia menjelaskan, kondisi ini berdampak terhadap setiap pasar jual beli sapi. Selain itu, lanjut Dhenis, sapaan akrab Dhenis Pribadi, ada faktor pakan sapi. Di mana, pada musim kemarau ini sapi banyak kurus dan tidak layak untuk dijual.
“Coba bayangkan ketika rumput per sak dijual Rp25 ribu, bisa jadi rugi. Banyak juga sapi yang kurus karena faktor pakan yang kurang. Sehingga kata penjual sapi, bukan saatnya dijual,” ujar dia.
Kondisi tersebut disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar). Kata Dhenis, kedua pihak eksekutif dan legislatif memberikan keringanan menurunkan target retribusi pasar.
“Kami menyampaikan dasar penurunan, karena kondisi di lapangan sudah tidak memungkinkan untuk mencapai target awal,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)