BANGKALAN, koranmadura.com – Kabupaten Bangkalan disebut menjadi salah satu daerah di Jawa Timur rentan mengalami bencana hidrometeorologi. Dalam hal ini, pemerintah mengajak masyarakat terlibat untuk mengatasi bencana tersebut.
“Kami mengajak kepada masyarakat ikut membantu tangani bencana, dengan cara menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di aliran sungai,” kata Pj Bupati Bangkalan, Arief Mulya Edie, Selasa, 10 Oktober 2023.
Bencana hidrometeorologi merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer, air, atau lautan. Terjadinya bencana tersebut kata Arief, sapaan akrab dia diakibatkan oleh iklim dan cuaca.
“Jenis bencana sering terjadi yaitu banjir, angin puting beliung, dan longsor, serta bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini Bangkalan sedang dilanda bencana hidrometeorologi kering. Tercatat 70 desa alami krisis air bersih. Selain menyuplai air ke desa-desa, pihaknya juga mengajukan bantuan Dana Siap Pakai (DSP).
“DSP ini dana dicadangkan pemerintah daerah untuk digunakan pada saat keadaan darurat. Kami masih proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat,” tutur dia.
Pihaknya juga mengimbau kepada BPBD Bangkalan, agar tetap memperhatikan desa-desa yang sudah mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang ini. Untuk solusi sementara dilakukan pengiriman air bersih.
“Kami juga sudah perintahkan ke BPBD, agar memprioritaskan ke desa yang alami kekeringan dan krisis air bersih,” ungkapnya. (MAHMUD/DIK)