BANGKALAN, koranmadura.com – Para siswa sudah enggan menempati lagi gedung SDN 1 Lerpak, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Mereka lebih memilih dan nyaman bersekolah di bawah tenda seadanya di Balai Desa.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga Desa Lerpak, Mailan. Menurut dia, wali murid sudah trauma yang ingin menempati kembali gedung SDN 1 Lerpak untuk menyekolahkan anak-anaknya.
“Karena wali murid takut kalau menempati lagi nanti diusir sama orang yang mengaku ahli warisnya. Soalnya, tanah itu tidak jelas,” kata dia, Rabu, 4 Oktober 2023.
Mereka tidak mau karera sebelumnya sempat dilarang bersekolah di SDN 1 Lerpak oleh ahli waris. Larangan tersebut bermula dari pemerintah daerah (Pemda) hendak melakukan pengukuran tanah SDN 1 Lerpak.
Namun, mantan Kepala Desa (Kades) Lerpak, sekaligus ahli waris itu melarangnya, kecuali ada ganti ruginya. Bahkan sempat ada intimidasi agar tidak menggunakan gedung SDN 1 Lerpak sebagai tempat belajar mengajar.
Kata Mailan, wali murid sudah nyaman menyekolahkan anaknya di bawah tenda yang disediakan di Balai Desa. Karena, jika sekolah di Balai Desa dengan fasilitas seadanya, maka wali murid tidak merasa kahwatir lagi.
“Wali murid takut anaknya diusir lagi kalau sekolah di gedung SDN 1 Lerpak. Saya memang melihat siswa lebih nyaman sekolah di bawah tenda yang disediakan warga,” kata dia.
Diketahui, sebanyak 128 orang tercatat sebagai siswa SDN 1 Lerpak, mereka terpaksa bersekolah di tempat yang serba kekurangan. Kata Mailan, sebagian siswa belajar di Balai Desa, langgar dan di bawah tenda.
“Kami bersama wali murid bersepakat untuk mengupayakan mendirikan sekolah sementara di tanah pemerintah, karena sebentar lagi musim hujan,” kata dia. (MAHMUD/ROS)