BANGKALAN, koranmadura.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Jazilul Fawaid menyindir balik atas pernyataan Menteri Agama (Kemenag) yaitu jangan memilih pemimpin yang mempolitisasi agama.
Menurut Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, Yaqut Cholil Qoumas selaku menteri agama tak sepantasnya mengutarakan pernyataan menimbulkan kontroversi. Katanya, menteri agama perlu belajar lagi tentang agama.
“Pak Menteri Agama [Yaqut Cholil Qoumas] perlu kembali belajar agama,” kata dia, saat ditanya perihal pernyataan Menteri Agama tentang politik agama, pada peringatan Hari Santri di Bangkalan, Minggu, 8 Oktober 2023.
Menurut dia, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih solid untuk menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Dia tidak memungkiri suara Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi rebutan oleh calon presiden.
“Tapi kami yakin kalangan NU sudah pintar untuk memilih calon pemimpin yang baik untuk Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya, Yaqut sapaan akrab Menteri Agama mengajak untuk memilih pemimpin yang tak hanya pandai berbicara dan bermulut manis. Ia meminta agar publik mencermati betul rekam jejak para calon pemimpin di Pilpres 2024.
Yaqut juga menyindir Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 serta Pemilu 2014 dan 2019 yang menurutnya menggunakan agama sebagai alat politik. Ia menilai hal itu merupakan sejarah yang tidak baik dalam politik Indonesia. (MAHMUD/ROS)