JAKARTA, Koranmadura.com – Dua buah video yang menggambarkan peristiwa tewasnya Dini Sera Afrianti di Surabaya, Jawa Timur pada 4 Oktober 2023 lalu beredar luas di media sosial pada Sabtu 7 Oktober 2023.
Dalam sebuah video yang viral itu, pelaku pembunuhan Dini Sera Afrianti, Gregorius Ronald Tannur terdengar menangis histeris. Tangis histeris itu terjadi setelah diketahui sang kekasih dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Tampak dan terdengar dalam video tersebut Gregorius Ronald Tannur menangis dengan suara kencang. Dia juga menangis histeris saat konferensi pers di Mapolres Surabaya pada Jumat 6 Oktober 2023.
Dalam video yang viral di media sosial tersebut, terlihat mobil Kijang Innova warna silver diduga milik Gregorius Ronald Tannur diparkir di halaman parkir sebuah rumah sakit. Tampak dalam video itu perlengkapan medis seperti kursi roda dan tiang untuk infus.
Tampak pula dua orang petugas medis yang memakai seragam hijau dan putih membuka pintu mobil serta sejumlah petugas keamanan turut mendampingi . Saat itulah Gregorius Ronald Tannur menangis histeris.
Namun uraian air mata ini berbanding terbalik ketika dia sudah membunuh Dini Sera Afrianti.
Dia sempat merekam dengan ponselnya ketika Dini Sera Afrianti terkapar tidak berdaya di basemen dan meregang nyawa.
Video rekamannya ini kemudian beredar luas juga di media sosial. Dalam video tersebut, Gregorius Ronald Tannur dia masih sempat tertawa menyaksikan kejadian nahas itu.
Dalam video berdurasi 46 detik itu, hasil rekaman Gregorius Ronald Tannur, terlihat seorang perempuan mengenakan celana pendek sudah tergeletak di parkiran basement.
Ada tiga orang petugas keamanan yang mengitari perempuan yang diduga Dini Sera Afrianti tersebut.
Seorang petugas sekuriti menanyakan kepada perekam video tentang perempuan itu. Namun si pria perekam mengaku, perempuan itu tiba-tiba sudah tergeletak di sana.
“Nggak tahu, aku mau keluar tiba-tiba di jalan, enggak iso keluar,” ujar pria perekam video itu menjawab pertanyaan sekuriti, “Orangnya datang tahu?”.
Namun seperti tidak ada penyesalan dari perekam video itu. Sebab dia masih bisa tertawa melihat sang kekasih meregang nyawa.
Ketika ditanya petugas parkir apakah itu temannya, Gregorius Ronald Tanur juga membantah. “Jadi ini bukan temannya?” tanya petugas parkir. “Bukan,” timpal Gregorius Ronald Tannur.
Setelah itu terdengar suara Gregorius Ronald Tannur terkekeh menyaksikan kejadian Dini Sera Afrianti tewas. “Rekam sik, heh heh…,” ujarnya dengan perasaan tidak bersalah sama sekali.
Gregorius Ronald Tannur sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Dini Sera Afrianti yang juga berstatus sebagai pacarnya oleh penyidik di Polres Surabaya.
Gregorius Ronald Tannur adalah anak anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur, Edward Tannur. (Sander)