JAKARTA, Koranmadura.com – Pegiat media sosial, Denny Siregar menilai, Gibran Rakabuming Raka adalah calon wakil presiden (Cawapres) bodong. Pasalnya, dia lahir dari sebuah proses yang cacat hukum dan moral pamannya, Anwar Usman.
Hal itu diungkapkan Denny Siregar dalam videonya yang beredar luas di media sosial TikTok sebagaimana dilihat pada Kamis 9 November 2023 malam.
“Gibran adalah calon wakil presiden bodong atau ilegal karena dia menjadi calon wakil presiden berdasarkan putusan hakim yang cacat secara hukum karena divonis melakukan pelanggaran,” kata Denny Siregar.
Meski cacat secara hukum dan moral, Denny Siregar yakin Gibran Rakabuming Raka tidak akan mundur dari posisinya sebagai Cawapres.
Begitu juga sang paman, Anwar Usman, yang membentang karpet merah untuk Gibran Rakabuming Raka dengan cara menerabas hukum.
Meski sudah dinyatakan melakukan pelanggaran berat sehingga harus dicopot dari jabatan ketua Mahkamah Konstitusi, dia tidak akan mundur. Sebab, kata Denny Siregar, urat malunya sudah putus.
“Apakah Anwar Usman, Paman Gibran akan mundur dari sesudah divonis melakukan pelanggaran berat? Saya rasa sih tidak akan. Karena katanya kemarin, jabatan itu milik Allah,” kata Denny.
Dia meneruskan, “Dan apakah Gibran akan mundur dari calon wakil presiden ketika tahu bahwa dirinya menjadi calon wakil presiden berdasarkan hakim yang melanggar? Ah pasti juga tidak.”
“Karena saya yakin rasa malunya Gibran sudah pasti hilang dari jiwanya. Buat dia yang penting sah menjadi calon wakil presiden karena jabatan itu lebih megah dari pada rasa malu yang seharusnya ada di muka,” jelas Denny Siregar.
Lebih jauh Denny Siregar mengungkapkan bahwa sebetulnya yang malu bukan Jokowi, Gibran atau sang paman Anwar Usman. Melainkan seluruh rakyat Indonesia.
Pasalnya rakyat menonton perilaku keluarga Jokowi mengacak-acak konstitusi dan merusak fondasi demokrasi bangsa ini hanya untuk ambisi kekuasaan keluarganya.
“Yang malu justru kita-kita ini yang melihat orang-orang yang tidak punya malu sudah merusak semua fondasi demokrasi kita, merusak marwah mahkamah kita, merusak semua kepercayaan masyarakat,” kata Denny Siregar.
Dia menambahkan, “Tapi masih menganggap bahwa perbuatan mereka itu benar karena hatinya buta dan tertutup nafsu yang berkuasa.”
Adapun Denny Siregar adalah salah satu pendukung Presiden Jokowi sejak 2014. Dalam 10 tahun terakhir, dia selalu membela Jokowi.
Namun, Denny Siregar mulai berubah ketika Jokowi mendukung Prabowo Subianto. Lebih benci lagi ketika membiarkan anaknya, Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
Apalagi dengan cara-cara yang tidak terpuji yaitu memakai tangan iparnya Anwar Usman untuk memuluskan sang putra mahkota. (Gema)