JAKARTA, Koranmadura.com – Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ammarsjah Purba menyatakan, salah satu kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi permasalahan pangan di Jawa Tengah adalah memperkuat ketahanan pangan desa melalui Program Desa Pangan Mandiri.
Karena itu, kebijakan ini harus diadopsi oleh Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD bila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
“Menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan, karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing melalui Desa Mandiri Pangan adalah salah satu program sukses yang dilakukan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah,” kata Ammarsjah Purba dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu 8 November 2023.
Dia meneruskan, “Program sukses ini dapat diduplikasi untuk mengatasi ketahanan pangan khususnya lonjakan harga beras saat ini.”
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2023 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin 6 November 2023 menyampaikan penyumbang paling besar angka inflasi dari volatile food atau inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan.
Komoditas yang sejauh ini menyumbang besar adalah harga beras dan cabai.
“Inflasi muncul di Indonesia karena volatile food, dari beras maupun cabai, kemudian kita berbicara bawang putih tapi food selalu menjadi contributor besar inflasi,” ujarnya.
Berdasar rekam jejak Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS), harga kenaikan beras medium 7 November 2022 sebesar Rp 13.551 per kilogram.
Pada sehari sebelumnya, pada 6 November 2023, harganya masih di angka Rp 10.775 per kilogram. Artinya ada kenaikan Rp 2.776 per kilogram.
Beras menyumbang inflasi sebesar 1,72% (mtm) terjadi di 87 kota dan hanya dua kota yang mengalami deflasi beras, sedangkan satu lainnya stabil.
Disparitas lima wilayah tertinggi adalah Provinsi Sumatera Barat, Papua Barat, Papua, Riau, dan Maluku.
Adapun lima wilayah terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Menanggapi itu Ammarsjah menegaskan, sejatinya bangsa ini kaya akan diversifikasi pangan bukan hanya beras.
Optimalisasi kekuatan ketahanan pangan desa bukan saja menghadirkan kemandirian tetapi juga akan memunculkan kemandirian pangan dan gizi mandiri.
“Diversifikasi pangan Indonesia bukan saja beras, terdapat; ubi, sorghum, mocaf, porang atau singkong,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Optimalisasi keragaman pangan sesuai karakteristik daerah melalui Program Desa Pangan Mandiri diharapkan desa mampu menyediakan dan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan sehingga terciptalah ketahanan pangan, gizi mandiri dan diharapkan mampu tercapai kemandirian pangan.” (Gema)