PAMEKASAN, koranmadura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang pengelolaan retribusi pasar. Apalagi Pemkab tahun ini mengalami defisit.
Ketua DPRD Pamekasan, Halili mengatakan perlunya organisasi perangkat daerah (OPD) berinovasi dalam rangka meningkatkan PAD. Sehingga dapat menutupi defisit yang terjadi saat ini.
“Jadi, saya belum tahu berapa realisasi PAD dari pengelolaan pasar sekarang,” kata Halili, Jumat, 3 November 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto mengaku pihaknya sudah melakukan upaya untuk meningkatkan PAD tersebut. Bahkan, tahun depan akan memberlakukan kartu.
“Kalau PAD yang bersumber dari retribusi pasar, strategi kami terapkan mulai tahun depan, akan menerapkan pola penarikan retribusi dengan penggunaan kartu Cash Payment, tentu penggunaan ini bertahap. Penarikan karcis ke kartu,” kata Basri Yulianto.
Ditanya target PAD retribusi pasar tahun ini, Basri tidak menjelaskan, dengan alasan tidak memegang data.
“Saya lagi rapat dengan dewan belum pegang data. Pokoknya kita optimis kita mencapai target,” ucapnya. (SUDUR/DIK)