JAKARTA, Koranmadura.com – Jenderal TNI Agus Subiyanto sepertinya tidak senang disebut sebagai Jokowi’s Man alias orangnya Jokowi.
Pasalnya, berkenalan dengan Presiden Jokowi hanya bersifat kebetulan karena sedang berdinas sebagai Dandim di Solo dan ketika itu Jokowi menjabat sebagai wali kota.
Hal itu diungkapkan Agus Subiyanto dalam jumpa pers di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 13 November 2023.
Jenderal TNI Agus Subiyanto disebut diusulkan sebagai Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi. Kedekatan itu juga dikhawatirkan akan membuatnya tidak bisa netral pada Pemilu 2024.
Pasalnya, salah satu peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang adalah putra Presiden Jokowi sendiri, Gibran Rakabuming Raka, yang maju sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
“Jadi memang saya itu berdinas tidak hanya di Solo. Mungkin kebetulan waktu saya di Solo bertemu dengan Pak Jokowi,” kata Agus.
Agus mengaku tidak hanya dekat dengan Jokowi. Dia juga dekat dan berhubungan baik hingga sekarang dengan para kepala dan wakil kepala daerah di daerah-daerah tempatnya berdinas.
Dia menyebutkan, hingga kini dia berteman baik dengan Bima Aria karena pernah berdinas di Bogor lalu dengan Ridwan Kamil karena pernah menjadi Pangdam Siliwangi.
“Saya pernah jadi Danrem di Palu, ketemu juga Pak Longki Djanggola, Pasha Ungu sampai sekarang dekat hubungannya,” ujarnya.
Dia meneruskan, “Kebetulan saya pernah Danrem di Bogor ketemu juga dengan Bima Aria terus Pak Dedie wakilnya sampai sekarang kita dekat. Terus saya pernah Pangdam III Siliwangi dengan Pak Ridwan Kamil dan Pak Uu saya dekat juga.”
“Jadi bagi saya pada saat saya menjabat saya selalu melaksanakan tugas ya bareng-bareng dalam bentuk forkopimda itu,”imbuh Agus.
Adapun Agus Subiyanto adalah calon tunggal Panglima TNI usulan Presiden Jokowi. Dia diusulkan ke DPR hanya satu minggu sejak dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurrahman yang memasuki masa pensiun.
Begitu juga dengan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dia akan segera memasuki masa pensiun sehingga harus diganti oleh Agus Subiyanto. (Gema)