JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun menilai, seluruh pernyataan dan tindakan Presiden Jokowi harus dibaca secara terbalik.
Begitu juga dengan jamuan makan siang yang dia gelar untuk tiga calon presiden (Capres) yang akan bertarung pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
“Lihat pertemuan itu lihat terbalik. Kenapa lihat terbalik? Kalau pengalaman kita nih, Pak Jokowi selama sembilan tahun ini biasa buat statement itu dia bilang menolak berarti dia terima, dia bilang terima berarti dia tolak,” kata Komarudin di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa 31 Oktober 2023.
Kesimpulan Komarudin itu diambil setelah melihat sejumlah fakta yang berbanding terbalik dari apa yang dikatakan Jokowi.
Dicontohkan, ketika masih gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengatakan dirinya tidak ingin maju Capres 2014 karena fokus mengurus DKI Jakarta. Namun apa yang terjadi, dia merebut tiket bertarung pada 2014.
Kemudian soal anak-anaknya, Jokowi pernah menyampaikan bahwa anak-anaknya tidak tertarik pada dunia politik, tetapi kemudian justru semua terjun ke politik semua dan dikasih tiket gratis oleh PDI Perjuangan.
Terkait Gibran Rakabuming Raka, Jokowi juga pernah mengatakan bahwa Gibran baru dua tahun jadi wali kota Solo dan usianya pun masih muda. Namun apa yang terjadi, Jokowi justru merestui anaknya maju sebagai Cawapres.
Berdasarkan fakta-fakta seperti itu, Komarudin meminta Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan untuk berhati-hati karena Jokowi sudah memiliki jagoannya yaitu Prabowo dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka.
“Saya melihat justru itu sikap Pak Jokowi bagus juga warning buat Ganjar dan Pak Anies. “Kamu siap-siap” gitu loh, apalagi ini pertemuan di Istana, beliau punya perangkat jelas,” kata dia. (Sander)