SUMENEP, koranmadura.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat supaya mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem di masa peralihan musim (pancaroba) seperti sekarang.
Kepala BMKG Kalianget Sumenep Usman Khalid mengataka, saat musim pancaroba seperti sekarang, yang perlu diwaspadai di antaranya potensi terjadinya angin kencang dan angin puting beliung di daerah-daerah rawan.
“Selain itu, juga harus diwaspadai petir dan hujan lebat berdurasi singkat yang sporadis, terutama di daerah-daerah yang setiap tahun terdampak,” katanya.
Sementara saat tiba musim hujan nanti, yang harus diwaspadai oleh masyarakat ialah bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Lebih-lebih di daerah-daerah yang memang rawan.
Diketahui, berdasarkan prakiraan BMKG, secara umum musim penghujan di Sumenep akan dimulai pada Desember 2023, antara dasarian satu hingga dasarian tiga.
“Sekarang ini belum bisa dikategorikan sebagai musim penghujan. Sekarang ini masih pancaroba atau peralihan musim,” kata Usman.
Menurut dia, musim hujan tahun ini memang relatif mundur dibanding tahun-tahun sebelumnya, akibat fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang.
“Kalau untuk puncak musim penghujan tahun ini, diprakirakan nanti pada Januari atau Februari 2024,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)