SAMPANG, koranmadura.com – RH (13) Seorang pelajar SMP Negeri 2 Sampang, asal Kampung Pandiyan, Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, tenggelam di Sungai Kali Kamoning, Jalan Pemuda, Kelurahan Rong Tengah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban RH yang masih duduk di bangku kelas VIII. Korban saat itu bolos di saat pergantian pelajaran bersama keempat temannya.
Pantauan di lokasi, warga bersama sejumlah pihak mulai dari Polsek dan Koramil Sampang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang turut melakukan pencarian korban tenggelam setelah mendapat laporan. Korban ditemukan dalam kondisi lemas. Setelah dievakuasi, korban kemudian di bawa ke RSUD Mohammad Zyn.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrahman menyampaikan, korban RH (14) seorang pelajar yang tenggelam merupakan siswa SMPN 2 Sampang. Kala itu, korban sedang bersama keempat temannya. Namun yang mandi di sungai hanyalah korban seorang diri.
“Korban mandi dan tenggelam hanyut oleh arus sungai. Setelah korban tenggelam, teman-temannya memberitahukan kepada warga sekitar,” katanya kepada awak media di lokasi kejadian, Rabu, 1 November 2023.
Lanjut Fajar menyampaikan, jasad korban ditemukan di kedalaman sungai kurang lebih empat meter dengan jarak dari lokasi awal kejadian yaitu kurang lebih 10 meter. Korban mandi bersama empat orang temannya. Namun yang mandi hanya korban.
“Kemungkinan korban bisa berenang, namun setelah kami tanyakan kepada pihak keluarga, korban sebelumnya belum sarapan, sehingga kemungkinan terjadi kram saat mandi,” katanya.
Ditambahkan Kasi Kadaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Moh Imam mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.15 wib kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Dari laporan tersebut kemudian pihaknya menuju lokasi kejadian di Jalan Pemuda, Kelurahan Rong Tengah dengan menurunkan dua tim Water Rescue.
Pihaknya juga menyatakan, sempat tim penyelam TRC mengalami kesulitan lantaran air kondisinya mengeruh oleh lumpur setelah antusias warga melakukan pencarian bersama-sama.
“Setelah di lokasi, kami melakukan penyisiran TKP bersama warga dan sejumlah pihak lainnya. Kurang lebih selama sejam lamanya, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” katanya.
Lanjut Moh Imam menceritakan, usai korban ditemukan warga bersama tim dan dilakukan evakuasi ke darat, kemudian untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terlebih kepada pihak keluarga, korban kemudian di bawa ke rumah sakit.
“Saat di rumah sakit, dilakukan pertolongan pertama dengan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) namun hasilnya tetap. Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)